Momentum untuk IPB University Kembangkan Masyarakat Desa

Momentum untuk IPB University Kembangkan Masyarakat Desa

momentum-untuk-ipb-university-kembangkan-masyarakat-desa-news
News

Himpunan Mahasiswa Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (Himasiera) IPB University menggelar The 5th Connection dengan tema besar  ‘Spectacular Rural Movement (Spectrum)’ di Kampus IPB Dramaga, Bogor.

Rektor IPB University, Dr Arif Satria dalam sambutannya menyampaikan, "Kita sedang menghadapi masalah besar dalam menjalankan Revolusi Industri 4.0 sehingga ke depannya IPB University perlu menghasilkan entrepreneur dan juga sociopreneur.  Mahasiswa IPB University dari Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM) memiliki peluang besar menjadi sociopreneur,” kata Dr Arif.

Saat ini IPB University sudah punya konsep besarnya dalam menata proses transformasi menuju kemajuan teknologi yang melalui hal tersebut maka nantinya rural movement kita butuh melahirkan adanya smart village. “Ini momentum besar buat IPB University untuk berkolaborasi dalam membangun masyarakat desa agar berdaya dan maju. Jika seperti itu saya yakin bahwa generasi muda akan kembali ke desanya untuk menjadi pelaku usaha pertanian,” lanjut Rektor IPB University.

Dalam sambutannya Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University,  Prof Ujang Sumarwan menyampaikan apresiasi terhadap kinerja panitia sekaligus semua yang telah terlibat. "Ini adalah acara yang sangat penting, yang berhubungan dengan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) . SDGs ini merupakan komitmen bersama para pemimpin dunia, salah satu tujuannya adalah tidak lagi adanya kelaparan dan kemiskinan. Insya Allah alumni Departemen SKPM IPB University akan mencatatkan cerita terbaik atas almamaternya. Salah satu keahlian yang dimiliki oleh mahasiswa SKPM IPB University adalah dalam pengembangan masyarakat. Nanti pembicara akan menceritakan pengalaman bagaimana cara berinteraksi dengan masyarakat,” terang Rektor IPB University  di hadapan ratusan mahasiswa IPB.

Himasiera mengundang pelopor yang merupakan  nelayan dan tokoh pengembang masyarakat melalui Bangsring Underwater,  Banyuwangi untuk menjelaskan mengenai strategi menjadikan desa sebagai pusat pembangunan negara. "Kami melakukan perubahan mindset dan kesejahteraan masyarakat desa yang awalnya menggunakan bom ikan kita ubah menjadi yang peduli terhadap lingkungan, " cerita Ikhwan Arief.

Ikhwan Arief menjelaskan di hadapan mahasiswa IPB University mengenai permasalahan daerah pesisir Bangsring Underwater sebelumnya yakni mayoritas nelayan merupakan pelaku illegal fishing, terumbu karang rusak parah, lingkungan yang kumuh dan keras, memproduksi sampah, pendapatan nelayan terus menurun drastis. “Adapun perubahan yang sudah terjadi sekarang diantaranya: pola hidup nelayan yang ramah lingkungan. Terumbu karang yang semakin bagus, bersih dan aman. Adanya pengelolaan sampah, dan meningkatnya kesejahteraan nelayan karena pendapatan yang meningkat,” kata Ikhwan. (SM/ris)