IPB University Diseminasikan Inovasi Pakan Fermentasi untuk Perkuat Kemandirian Peternak Sapi Perah

IPB University Diseminasikan Inovasi Pakan Fermentasi untuk Perkuat Kemandirian Peternak Sapi Perah

ipb-university-diseminasikan-inovasi-pakan-fermentasi-untuk-perkuat-kemandirian-peternak-sapi-perah
Pengabdian Masyarakat

IPB University memperkenalkan teknologi pakan komplit fermentasi kepada 25 peternak sapi perah di Sanata Milk, Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Minggu (11/10). Inovasi ini diharapkan membantu peternak meningkatkan kualitas dan efisiensi pemanfaatan pakan sekaligus memperkuat kemandirian penyediaan pakan untuk mendukung keberlanjutan usaha peternakan rakyat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi yang didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan Republik Indonesia, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). 

Program tersebut mendorong penerapan hasil penelitian melalui pengujian langsung di peternakan untuk menilai efektivitas teknologi, produktivitas ternak, efisiensi pakan, dan manfaat ekonominya.

Ketua Tim Peneliti IPB University, Prof Luki Abdullah, menyampaikan pemanfaatan teknologi pakan komplit fermentasi berbasis sistem modul pakan hijauan berkualitas tinggi. Teknologi tersebut dikembangkan agar mudah diterapkan, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan peternak sapi perah.

“Teknologi ini mengintegrasikan berbagai bahan pakan menjadi ransum yang lebih praktis dan terukur, sehingga berpotensi membantu peternak menjaga konsistensi kualitas nutrisi serta mengatasi fluktuasi ketersediaan hijauan sepanjang tahun,” jelas Prof Luki.

Selain pengolahan pakan, Prof Panca Dewi Manuhara Karti memperkenalkan budi daya sorgum dan indigofera sebagai sumber hijauan berkualitas. Sorgum berpotensi menyediakan serat dan energi, sedangkan indigofera dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein hijauan. 

Sementara itu, Dr Annisa Rosmalia menjelaskan pentingnya keseimbangan nutrisi dalam ransum untuk menunjang kesehatan dan produktivitas sapi perah.

Pelatihan diikuti sembilan peternak perempuan dan 16 peternak laki-laki. Para peserta juga memperoleh benih tanaman pakan dan produk pakan komplit fermentasi untuk diuji coba pada ternak masing-masing.

Melalui pengujian langsung (on-farm testing) selama rangkaian program satu tahun, tim peneliti akan mengevaluasi keandalan formula dan produk pakan, respons produktivitas ternak, efisiensi penggunaan pakan, serta potensi manfaat ekonominya. Hasil evaluasi diharapkan menjadi dasar penyempurnaan teknologi sebelum diterapkan lebih luas.

Kolaborasi IPB University, mitra produsen pakan, dan Koperasi Peternak Sapi Perah Saluyu ini diharapkan mempercepat pemanfaatan inovasi perguruan tinggi sekaligus meningkatkan keterampilan peternak dalam manajemen pakan dan nutrisi secara berkelanjutan. (*/Rz)