Sekolah Lapang Penangkaran Benih Padi: Kenalkan Petani Merauke dengan Varietas Padi Unggul IPB University

Sekolah Lapang Penangkaran Benih Padi: Kenalkan Petani Merauke dengan Varietas Padi Unggul IPB University

sekolah-lapang-penangkaran-benih-padi-kenalkan-petani-merauke-dengan-varietas-padi-unggul-ipb-university
Berita / Pengabdian Masyarakat

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University yang sedang melaksanakan program dari Kementrian Transmigrasi di Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua Selatan menggelar kegiatan Sekolah Lapang Penangkaran Benih Padi Varietas IPB 9G dan IPB 15S (2–3/10). 

Kegiatan ini hadir sebagai upaya meningkatkan kapasitas petani sekaligus mendorong kemandirian perbenihan padi di Papua Selatan. Abbas Alibasyah, SP (Pengawas Benih Tanaman (PBT) Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTHP) Jawa Barat) dan Daniel Moya, SP (Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Selatan) hadir sebagai pemateri.

Ratusan petani padi dari sejumlah kampung di Distrik Tanah Miring ikut terlibat dalam kegiatan ini. Turut hadir berbagai stakeholder di antaranya Balai Benih Utama, penyuluh pertanian lapang (PPL), dan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Merauke.

Dzakwan Haqqi, perwakilan TEP IPB University menyebut, peserta mendapatkan beragam materi mulai dari prosedur sertifikasi benih tanaman pangan, pengenalan varietas padi IPB 9G dan IPB 15S, hingga teknik roguing. 

“Para petani melakukan praktik langsung di lahan demplot untuk mengamati varietas IPB 9G dan IPB 15S. Mereka juga belajar mengidentifikasi dan menyingkirkan tanaman yang tidak sesuai. Praktik ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran teknik roguing agar kemurnian varietas tetap terjaga,” kata dia.

Salah satu peserta, Norbertus, mengungkapkan bahwa Sekolah Lapang memberikan wawasan baru bagi petani mengenai penangkaran benih padi. “Kegiatan ini sangat menambah wawasan kami mengenai penangkaran benih padi, karena menggabungkan keilmuan di kampus dan kampung. Jadi, ilmu yang diperoleh bisa langsung dikaitkan dengan kondisi di lapangan.”

Menurutnya, perpaduan pembelajaran dalam ruangan dan praktik langsung di lahan, membantu petani memahami materi secara lebih konkret. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi petani dalam meningkatkan kualitas penangkaran benih di wilayahnya.

Melalui kegiatan ini, TEP IPB University berharap kapasitas petani dalam penangkaran benih semakin meningkat serta kolaborasi antara petani, penyuluh, lembaga perbenihan, perguruan tinggi, dan pemerintah semakin kuat dalam mendukung ketersediaan benih padi bermutu di Papua Selatan. (*/Rz)