TEP IPB University Perkuat Kapasitas Guru Distrik Semangga melalui Sekolah Pembelajaran Partisipatif
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University menyelenggarakan Sekolah Pembelajaran Partisipatif dan Pengembangan Karakter Guru di Aula SMPN 3 Merauke, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan (8/10). Kegiatan bertema “Implementasi Kurikulum Merdeka dan Penyusunan Perangkat Kokurikuler bagi Guru” ini diikuti oleh 20 guru dari berbagai satuan pendidikan di Distrik Semangga.
Dalam sambutannya, Ketua TEP IPB University Dr Iqbal Irfany menekankan pentingnya peran guru dalam membangun kualitas sumber daya manusia di daerah. “Kemajuan suatu daerah ditentukan oleh manusianya, dan kualitas manusia dibentuk melalui pendidikan yang berkualitas. Karena itu, guru bukan hanya membagikan pengetahuan, tetapi juga mengembangkan karakter, meningkatkan rasa percaya diri, dan membuka masa depan anak-anak,” ujarnya.
Kegiatan ini mengangkat pembelajaran mendalam dan kokurikuler karena keduanya merupakan arah kebijakan pendidikan nasional terbaru yang perlu diterapkan di setiap sekolah.
Di sisi lain, guru di Distrik Semangga masih menghadapi keterbatasan akses terhadap sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan teknis, sehingga belum memperoleh arahan yang optimal dalam menerapkannya. Kokurikuler juga dinilai sesuai dengan kebutuhan sekolah di Distrik Semangga karena memberi ruang untuk mengangkat potensi dan kearifan lokal sebagai tema pembelajaran.
Materi disampaikan oleh Ninik Munfarikha, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Musamus. Ia menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam merupakan pendekatan belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan untuk mendukung pencapaian delapan dimensi profil lulusan.
Ia juga memaparkan Panduan Implementasi Kokurikuler 2025, termasuk tahapan perencanaannya mulai dari analisis kebutuhan hingga evaluasi dan tindak lanjut.
Kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi. Tim bersama peserta melakukan simulasi penyusunan rangkaian kegiatan kokurikuler, mulai dari menentukan tema sesuai kondisi sekolah, menyusun alur aktivitas, hingga merancang asesmen. Sesi diskusi juga berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan seputar penerapan kokurikuler di sekolah.
Karolus Bambang, guru SD YPPK Yos Sudarso, menyampaikan bahwa kegiatan ini menambah wawasannya, khususnya mengenai kokurikuler. “Melalui kokurikuler, saya ingin lulusan murid saya bukan hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ke depan, TEP IPB University berkomitmen memfasilitasi pendampingan lanjutan dan menjembatani kolaborasi antara guru dan narasumber. Melalui upaya ini, tim berharap pembelajaran yang partisipatif dan berkualitas dapat tumbuh secara berkelanjutan di Distrik Semangga. (*/Rz)
