Pola Zebra pada Sapi Berpotensi Kurangi Gigitan Lalat hingga 50 Persen, Ini Penjelasan Pakar IPB University
Hasil riset para peneliti Jepang peraih penghargaan Ig Nobel Prize yang mengecat tubuh sapi dengan pola hitam-putih menyerupai zebra terbukti mampu mengurangi jumlah gigitan lalat pengisap darah hingga 50 persen.
Menanggapi temuan tersebut, Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Prof Upik Kesumawati, menilai metode unik ini sangat berpotensi menjadi alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan insektisida kimia.
“Selama ini pengendalian umumnya dilakukan menggunakan insektisida. Lalat pengisap darah seperti lalat kandang (Stomoxys calcitrans/stable fly) dan lalat tanduk (Haematobia exigua/horn fly) tidak hanya menyebabkan rasa sakit akibat gigitan, tetapi juga dapat menularkan penyakit (sebagai vektor) dan menurunkan produktivitas ternak,” ujarnya.
Ilusi Optik Ganggu Penglihatan Lalat
Menurut Prof Upik, keberhasilan pola zebra berkaitan dengan cara serangga memproses informasi visual.
“Pola garis hitam-putih seperti zebra menciptakan ilusi optik yang mengacaukan sistem penglihatan serangga. Lalat menjadi salah memperkirakan jarak dan kecepatan sehingga kesulitan mendarat pada tubuh sapi,” jelasnya.
Ia menambahkan, metode ini paling efektif untuk lalat pengisap darah yang aktif pada siang hari. Sementara itu, nyamuk dan agas yang lebih aktif pada malam hari mengandalkan sensor kimia dan panas tubuh inang sehingga efek pola zebra menjadi jauh lebih kecil.
Meski berpeluang besar diterapkan di Indonesia sebagai pengendalian hama nonkimia, Prof Upik menyebut metode ini masih memerlukan riset lanjutan, terutama mengenai bahan cat yang aman bagi ternak, ketahanannya di iklim tropis, ukuran pola garis yang paling efektif, serta analisis biaya penerapan di tingkat peternak.
IPB University Kembangkan Mantel Corak Zebra
Prof Upik mengungkapkan bahwa gagasan serupa sebenarnya telah dikembangkan oleh mahasiswa IPB University melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) pada 2021.
Inovasi bertajuk MANCEZ (Mantel Corak Zebra sebagai Pencegah Gigitan Serangga dan Pengatur Termoregulasi Tubuh pada Sapi) dikembangkan oleh Cahya Jupisa bersama tim di bawah bimbingan Prof Upik. Berbeda dengan penelitian Jepang yang mengecat tubuh sapi, inovasi ini menggunakan mantel bermotif zebra yang dikenakan pada sapi.
MANCEZ berhasil lolos pendanaan PKM-KC, melaju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-34, serta meraih penghargaan PKM Favorit.
Berdasarkan hasil pengujian, mantel bercorak zebra mampu menurunkan gigitan lalat Stomoxys calsitrans hingga sekitar 50 persen sekaligus membantu menjaga suhu tubuh sapi agar tetap nyaman dan mengurangi stres akibat gangguan serangga. (Fj)
