Tim Ekspedisi Patriot IPB University menggelar Pelatihan Formulasi dan Aplikasi Pupuk Organik Cair

Tim Ekspedisi Patriot IPB University menggelar Pelatihan Formulasi dan Aplikasi Pupuk Organik Cair

tim-ekspedisi-patriot-ipb-university-menggelar-pelatihan-formulasi-dan-aplikasi-pupuk-organik-cair
Berita / Student Insight

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University menggelar acara Pelatihan Formulasi dan Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) dalam kerangka Farmer Field and Business School (FFBS) bertempat di Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang, Kabupaten Bangka Selatan (19/9). 

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Suhudi, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sidoharjo sekaligus Ketua P4S Alam Lestari, serta dihadiri oleh Kepala Desa Panca Tunggal Nurdin dan Kepala Desa Sumber Jaya Permai Thoha Maksum. 

Menurut Koordinator Lapangan TEP IPB University, Anindito Muhammad, SP, MSi, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong transisi bertahap menuju adopsi sistem pertanian berkelanjutan berbasis pemanfaatan sumber daya lokal (local resource-based agriculture).

“Program ini juga diharapkan bisa mengatasi eskalasi harga dan kelangkaan pupuk anorganik, serta menjawab tantangan edafik wilayah setempat berupa tanah ber-pH masam dan keterbatasan pasokan air,” tambahnya.

Dukungan penuh disampaikan oleh Kepala Desa Panca Tunggal, Nurdin. Ia mengapresiasi inisiatif ini sebagai solusi konkret atas mahalnya input kimia yang membebani masyarakat. 

“Pupuk kimia mulai mahal, sehingga memang petani harus memanfaatkan bahan yang ada dengan membuat pupuk organik. Diharapkan petani yang hadir di FFBS ini dapat menerapkan praktik yang dilaksanakan,” ujar Nurdin.

Suhudi mengatakan bahwa konversi menuju praktik pertanian ramah lingkungan tidak harus dimulai dengan teknologi yang rumit, melainkan melalui optimalisasi biomassa yang mudah diakses oleh komunitas lokal. “Organik itu mencari yang mudah, bukan yang sulit,” tegas Suhudi saat memandu sesi formulasi.

Antusiasme senada diutarakan oleh peserta FFBS, Ayik Sofyan. “Sangat mendukung para petani yang saat ini harga pupuk mahal dan sulit didapatkan. Dengan adanya kegiatan kita meracik pupuk organik, mudah-mudahan petani tertarik dan memakai pupuk organik,” tuturnya. 

Melalui pendekatan FFBS, para peserta diajak mempraktikkan secara langsung teknik pembuatan POC berbasis fermentasi limbah organik sekitar. Pendekatan ini menerapkan gradual transition strategy, di mana 18 petani penggerak yang dilatih didorong untuk melakukan uji coba, evaluasi empiris, dan adaptasi takaran input sesuai tipologi lahan masing-masing, sehingga dapat menjadi agen difusi inovasi secara horizontal kepada kelompok tani luas di Batu Betumpang secara berkelanjutan. (*/Rz)