Departemen ITK IPB University dan Gyeongsang National University Bahas Perkembangan Akustik Bawah Air

Departemen ITK IPB University dan Gyeongsang National University Bahas Perkembangan Akustik Bawah Air

departemen-itk-ipb-university-dan-gyeongsang-national-university-bahas-perkembangan-akustik-bawah-air
Berita

Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University menyelenggarakan sesi ke-4 dalam rangkaian The 3rd International Seminar on Ocean Science and Sustainability (ISOSS 2026). 

Ketua Departemen ITK IPB University, Dr Syamsul Bahri Agus mengatakan, seminar internasional ini menjadi wadah kolaborasi akademis antara peneliti IPB University dan Gyeongsang National University, Korea Selatan dalam mengeksplorasi akustik bawah air (underwater acoustics) untuk pemantauan ekosistem laut yang berkelanjutan.

“Seminar ini menyoroti bagaimana teknologi akustik modern kini menjadi instrumen krusial dalam mengamati dinamika kolom air, mengklasifikasikan sedimen dasar laut, hingga memantau dampak perubahan iklim secara real-time,” ujarnya.

Inovasi Pemantauan Laut dari Peneliti IPB University
Seminar dibuka dengan pemaparan dari Prof Henry M Manik, yang mengulas perkembangan pendidikan dan arah riset akustik bawah air di IPB University. Guru Besar IPB University tersebut menekankan pentingnya penguasaan teknologi akustik bagi generasi muda peneliti Indonesia untuk menjaga kedaulatan serta kelestarian sumber daya laut nasional.

Selanjutnya, dua peneliti muda dari Program Studi Doktor Teknologi Kelautan IPB University memaparkan hasil riset terapan mereka. Dadang Handoko membagikan temuan mengenai Acoustic Sediment Classification Using High-Frequency (400 kHz) Multibeam Data in Pari Waters, Seribu Islands. Riset ini menunjukkan keandalan data multibeam frekuensi tinggi dalam memetakan dan mengklasifikasikan tipe sedimen dasar laut Kepulauan Seribu secara akurat. 

Sementara Mohd Rafli Furqan Hidayat memaparkan studi Target Strength Analysis and Density Estimation of Kawakawa (Euthynnus affinis) Using a Broadband Echosounder, yang memanfaatkan echosounder broadband untuk mengestimasi kelimpahan stok ikan tongkol komando (Kawakawa) secara efisien tanpa merusak ekosistem.

Perspektif internasional dihadirkan oleh Prof Myounghee Kang dari Gyeongsang National University. Dalam paparannya, ia menegaskan pentingnya pendekatan akustik terintegrasi untuk karakterisasi ekosistem serta pemantauan jangka panjang (long-term climate change monitoring) di kawasan perairan global.

Dua mahasiswa doktoral dari Gyeongsang National University, yaitu Jihoon Jung dan Fredrich Simanungkalit, turut membagikan hasil riset observasi skala global,. 

Jihoon Jung mengulas analisis pengamatan akustik terawat jangka panjang di Seychelles Chagos Thermocline Ridge. Riset ini membedah variabilitas musiman, migrasi vertikal harian (diel vertical migration), serta interaksi lapisan hamburan suara (sound scattering layers) dengan kondisi lingkungan. 

Fredrich Simanungkalit yang merupakan alumni ITK IPB University yang sedang melanjutkan studi doktor di Korea mempresentasikan dinamika musiman penyebaran dan agregasi acoustic scatterers di Terra Nova Bay, Antartika, serta keterkaitannya dengan faktor pendorong lingkungan ekstrem.

Melalui penyelenggaraan ISOSS 2026 ini, IPB University terus memperkuat posisinya sebagai pelopor riset kelautan berkelanjutan sekaligus memperluas jejaring kemitraan strategis global di bidang sains kelautan. (*/Rz)