IPB University dan BPKH Rampungkan Masjid Wakaf Al-Amin, Dorong Pusat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat
IPB University bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggelar serah terima Program Kemaslahatan 2026 berupa penyelesaian pembangunan Masjid Wakaf Al-Amin yang berlokasi di Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Rabu (15/4).
Pembangunan masjid ini merupakan hasil kolaborasi multipihak, termasuk dukungan dana kemaslahatan dari BPKH, lembaga keuangan syariah, serta kontribusi civitas akademika IPB University. Selain itu, masjid ini berdiri di atas lahan wakaf dari keluarga besar Alm Akhmad Amien Mastur sebagai muwakif, yang menjadi fondasi utama terwujudnya kawasan wakaf tersebut.
Wakil Rektor IPB University Bidang Konektivitas Global, Kerjasama, dan Alumni, Prof Iskandar Z Siregar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Masjid Wakaf Al-Amin.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ini merupakan wujud nyata kolaborasi, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan masjid ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat inovasi, pemberdayaan masyarakat, serta diseminasi teknologi IPB University di wilayah lingkar kampus.
“Lokasinya yang strategis dengan luas lahan wakaf sekitar 1,3 hektare menjadi potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat unggulan. Berbagai inovasi yang sudah ada dapat direplikasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Unit Wakaf dan Dana Sosial IPB University, Prof Alla Asmara menjelaskan bahwa Masjid Wakaf Al-Amin akan dikembangkan sebagai bagian dari Kawasan Wakaf Pertanian Terpadu. Ia berharap keberadaannya dapat menjadi simpul pengembangan ekonomi masyarakat.
“Kawasan ini akan dioptimalkan melalui berbagai aktivitas produktif seperti peternakan dan pertanian, yang diharapkan dapat mendukung operasional masjid sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” jelasnya.
Meski bangunan utama telah rampung, pengembangan fasilitas masjid masih terus dilakukan. “Kami membuka peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi melalui wakaf, infak, dan sedekah guna melengkapi kebutuhan sarana dan prasarana,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan keluarga wakif dari keluarga besar Alm Akhmad Amien Mastur, Akhmad Mirza menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan masjid serta apresiasi atas dukungan semua pihak.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, khususnya tim wakaf IPB dan BPKH. Tanpa kolaborasi ini, pembangunan masjid tidak akan terealisasi dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa wakaf berupa lahan dan bangunan masjid tersebut diserahkan sepenuhnya untuk kepentingan ibadah, dakwah, dan kemaslahatan umat.
“Wakaf ini kami amanahkan untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya. Harapan kami, masjid ini dapat dijaga, dirawat, dan dimakmurkan oleh masyarakat,” harapnya. (AS)
