Produk Rajut dengan Branding Kampus, Cara 5 Mahasiswi IPB University Hadirkan Merchandise Unik
Lima mahasiswi IPB University yang tergabung dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) melakukan terobosan kreatif di bidang merchandise. Mereka berhasil menghadirkan inovasi baru dalam dunia cinderamata kampus melalui jenama Tautan Kecil.
Chief Executive Officer (CEO) Tautan Kecil Dinar Ayu Rengganis menjelaskan bahwa usaha kreatifnya lahir sebagai solusi atas terbatasnya pilihan tanda mata kampus yang selama ini dinilai cenderung monoton dan kurang mengikuti tren. Menurutnya, pilihan produk merchandise yang tersedia saat ini terbatas dan cenderung serupa sehingga tidak memberikan banyak alternatif bagi konsumen.
“Motivasi awal kami adalah menambah keberagaman inovasi produk merchandise IPB University agar tidak membosankan, terutama bagi keluarga mahasiswa di luar pulau yang menginginkan suvenir khas IPB University yang unik,” kata mahasiswi Departemen Matematika IPB University ini.
Berdasarkan hasil survei internalnya, sebanyak 67 persen responden menilai desain merchandise kampus saat ini masih tergolong biasa saja dan monoton. Menurut Tautan Kecil, kondisi tersebut membuat minat beli mahasiswa terhadap suvenir kampus menjadi rendah, bahkan tidak sedikit yang merasa bingung menentukan pilihan yang pada akhirnya batal membeli.
Chief Marketing Officer (CMO) Tautan Kecil Melly Diya Lestari mengatakan, Tautan Kecil menawarkan produk unggulan berupa boneka rajut dan gantungan tas (berbentuk ikan atau bunga) dengan ciri khas ikonik kampus seperti boneka memakai baju almamater yang dipadukan dengan desain modern. Produk ini menjadi pelengkap oleh-oleh khas IPB University yang sudah terpajang di IPB Merchandise Store.
Melly menambahkankan, potensi pasar untuk produk rajutan ini tergolong besar, terutama di kalangan mahasiswa aktif IPB University. Hasil survei internalnya menunjukkan bahwa sekitar 62,3 persen responden menyatakan minat yang tinggi untuk memiliki boneka rajut dengan ciri khas kampus yang unik.
“Rencananya kami akan bekerja sama dengan IPB Merchandise untuk dijual di sana. Kami juga menerapkan strategi pemasaran melalui platform digital seperti Instagram untuk meningkatkan penjualan. Ciri khas dari produk kami adalah terdapat identitas kampus atau program studi yang notabene belum banyak dijual oleh kompetitor-kompetitor di marketplace,” kata Melly, mahasiswi Departemen Ilmu Teknologi Pangan IPB University.
Tautan Kecil dikelola oleh lima mahasiswa aktif IPB University. Selain Dinar dan Melly, tiga mahasiswa lainnya ialah Felicia Meliana sebagai Chief Operations Officer, Tiara Natamaharani sebagai Product Officer, dan Zahra Maulida Sihaloho. Meski bukan berasal dari jurusan seni, tapi kepiawaian tim Tautan Kecil dalam merajut boneka menunjukkan bahwa mahasiswa IPB University memiliki talenta luar biasa yang bisa memanfaatkan kreativitas menjadi sumber penghasilan tambahan. (MHT)
