OVOC IPB University Goes to Japan: Membangun Jembatan Desa Indonesia ke Panggung Dunia
Program One Village One CEO (OVOC) IPB University kembali menorehkan langkah strategis di tingkat internasional melalui rangkaian kegiatan di Jepang pada 24 Juni–2 Juli 2026. Misi ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan model pemberdayaan desa berbasis kewirausahaan kepada komunitas akademik global sekaligus membuka akses pasar internasional bagi produk-produk unggulan desa Indonesia.
Kegiatan di Jepang ini diikuti oleh tim Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University yang terdiri dari Dr Supriyanto, Ananda Putra Septiadi, Fachri Rizqullah, Fahreza Ramadhan Zianidan, Irfan Nur Alawi, and Rafly Tirta Putra.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya internasionalisasi OVOC dan penguatan jejaring global bagi desa-desa di Indonesia. Melalui OVOC, IPB University membuktikan bahwa inovasi yang lahir dari desa Indonesia dapat diterima di lingkungan akademik internasional dan memiliki potensi pasar global yang baik kini dan masa mendatang,” ujar Dr Supriyanto selaku ketua delegasi.
Perjalanan diawali dengan kunjungan ke University of Tsukuba dan diskusi bersama Prof Tofael Ahamed, pakar di bidang pertanian presisi. Delegasi mempresentasikan konsep dan implementasi OVOC yang telah dilaksanakan IPB beberapa tahun terakhir. Kegiatan ini diisi juga dengan demonstrasi dan cupping kopi hasil binaan OVOC IPB. Tim juga meninjau berbagai inovasi teknologi pertanian presisi di laboratorium University of Tsukuba.
Selanjutnya, melakukan pertemuan dengan Prof Ryozo Noguchi, Asst Prof Ayana ITO, dan mahasiswa Agricultural System Engineering, Graduate School of Agriculture, Kyoto University. Pertemuan tersebut membuka peluang kerja sama di bidang pengembangan berkelanjutan produk kopi, inovasi pedesaan, teknologi pertanian dan pengembangan sumber daya manusia Indonesia-Jepang.
“Kolaborasi ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pengembangan teknologi yang dapat diterapkan untuk mendukung program OVOC di Indonesia,” tambah Dr Supriyanto.
Selain memperluas jejaring akademik, delegasi OVOC juga melakukan upaya ekspansi pasar dengan mengunjungi Japan International Food Expo (JFEX) di Tokyo Big Sight, salah satu pameran makanan dan minuman terbesar di Jepang. Kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk mempelajari tren pasar global, memperluas jaringan bisnis, serta menjajaki peluang pemasaran bagi produk-produk unggulan desa Indonesia di pasar internasional.
Rangkaian ditutup dengan kunjungan ke Dapoer Koneng di Yokohama, kawasan metropolitan Tokyo, sebuah restoran Indonesia yang sukses menjadi etalase produk dan cita rasa Indonesia di Jepang. Keberhasilan Dapoer Koneng menunjukkan bahwa produk dan budaya Indonesia memiliki peluang besar untuk diterima oleh pasar internasional dan menjadi inspirasi bagi OVOC dalam membangun jalur pemasaran global bagi produk-produk unggulan desa.
Kunjungan ini sekaligus melengkapi misi OVOC di Jepang, mulai dari memperkenalkan model pemberdayaan desa di lingkungan akademik kelas dunia, membangun jejaring kolaborasi internasional, hingga mempelajari strategi ekspansi produk desa Indonesia menuju pasar global. (*/Rz)
