IPB University dan Bridgestone Jalin Kerja Sama Riset Mikrobiom untuk Tanaman Karet
IPB University menjalin kerja sama dengan Bridgestone Corporation untuk memperkuat riset dan pengembangan tanaman karet berkelanjutan melalui pemanfaatan mikrobiom.
Kolaborasi ini diharapkan mendorong inovasi dalam meningkatkan kesehatan, produktivitas, dan kemampuan adaptasi tanaman karet sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan mitra internasional.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, dan Executive Director Bridgestone Corporation, Dr Masashi Otsuki, di Ruang Sidang Rektor, Kampus IPB Dramaga (6/6). Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan memorandum of agreement (MoA) antara Fakultas Pertanian IPB University dan Bridgestone Corporation.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Toshihiro Uchiyama, General Manager Sustainable Technology Strategy and Research Department Bridgestone Corporation, serta Ryosuke Ando, Manager of Agriculture and Biotechnology Research Section.
Dalam sambutannya, Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, menyampaikan apresiasi atas komitmen Bridgestone dalam memperkuat kemitraan dengan IPB University.
“Suatu kehormatan dan kebahagiaan dapat menyambut tim dari Bridgestone. Saya mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bridgestone Corporation atas kunjungannya ke IPB University dan atas komitmennya untuk memperkuat kemitraan melalui penandatanganan kerja sama pada hari ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kerja sama ini juga melibatkan Nagoya University sebagai mitra strategis dalam kolaborasi trilateral.
“Penandatanganan hari ini merupakan tonggak penting dalam kemitraan yang berawal dari inisiatif penelitian kolaboratif antara Prof Suryo Wiyono dari IPB University dengan Bridgestone mengenai penyakit tanaman karet. Kami gembira melihat kolaborasi tersebut berkembang menjadi kemitraan kelembagaan yang lebih luas,” katanya.
Menurutnya, industri karet alam saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengendalian penyakit tanaman hingga peningkatan produktivitas dan keberlanjutan. Bridgestone memiliki pengalaman dan sumber daya yang kuat di industri ban dan karet, sementara IPB University berkontribusi melalui kapasitas ilmiah di bidang pertanian, biosains tropika, dan kesehatan tanaman. Nagoya University melengkapi kolaborasi tersebut melalui keunggulannya di bidang bio-agricultural sciences.
“Bersama-sama, IPB, Bridgestone, dan Nagoya University membentuk kemitraan yang menjembatani dunia industri, akademisi, dan kerja sama internasional. Inilah ekosistem yang mampu melahirkan inovasi yang berdampak nyata, tidak hanya di laboratorium, tetapi juga di lapangan,” tambahnya.
Rektor berharap kemitraan ini mampu mendorong penelitian kolaboratif mengenai kesehatan, produktivitas, dan keberlanjutan tanaman karet, membuka peluang magang mahasiswa dan pertukaran pengetahuan, memperkuat pengembangan inovasi, serta berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan global melalui solusi berbasis ilmu pengetahuan.
Riset Mikrobium
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian IPB University, Prof Suryo Wiyono, menjelaskan bahwa fokus utama penelitian adalah pengembangan mikrobiom tanaman karet, yakni komunitas mikroorganisme yang hidup di sekitar perakaran tanaman.
Menurutnya, pemanfaatan mikrobiom berpotensi meningkatkan pertumbuhan, produktivitas, dan kemampuan adaptasi tanaman karet sehingga dapat mendukung pengembangan perkebunan yang lebih berkelanjutan.
“Kerja sama ini berfokus pada penelitian mikrobiom tanaman karet. Ke depan, komunitas mikroba tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan, produksi, dan adaptasi tanaman karet,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa hasil riset ini ditargetkan dapat diterapkan pada areal perkebunan karet seluas sekitar 50 ribu hektare di Sumatera Utara dan Kalimantan Selatan. (dh)
