Perkuat Dampak Pengabdian, IPB University Gelar Workshop dan Penyamaan Persepsi DPL KKNT Inovasi 2026
Sejumlah program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University mulai menarik perhatian perguruan tinggi lain untuk diadopsi karena dinilai berhasil memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University, Dr Handian Purwawangsa saat Workshop dan Penyamaan Persepsi Dosen Pembimbing Lapang (DPL), beberapa waktu lalu.
“Tahun ini, KKNT Inovasi akan melibatkan 3.679 mahasiswa dari 12 fakultas yang didampingi oleh 214 DPL. Berangkat dari keberhasilan dan skala besar tersebut, workshop ini digelar untuk memperkuat dampak pengabdian,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof Deni Noviana, menegaskan peran penting dosen pembimbing di lapangan untuk memastikan program KKNT Inovasi bisa dan memberi dampak dan solusi nyata bagi masyarakat.
“KKNT merupakan implementasi nyata pembelajaran mahasiswa di tengah masyarakat. Mahasiswa harus mampu menjadi inovator dan agen perubahan. Sementara DPL berperan memastikan program yang dijalankan tetap berorientasi pada solusi, inovasi, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat secara profesional,” tegasnya.
Asisten Bidang Layanan Agromaritim, Ir Supriyanto menambahkan bahwa KKNT bukan sekadar wadah pengabdian, melainkan juga sarana pengembangan soft skills mahasiswa dalam memecahkan masalah pembangunan berbasis potensi lokal melalui pendekatan One Village One Product, One Village One Innovation, dan One Village One Exporter.
Implementasi di lapangan juga akan diperkuat dengan dukungan inovasi dan ekosistem yang dimiliki IPB University. Wakil Kepala Lembaga Bidang Pengembangan Agromaritim dan Science Technopark, Prof Tri Prartono mengenalkan Science and Technology Park (STP), Agribusiness Technology Park (ATP), serta program hilirisasi dan komersialisasi inovasi yang dapat dimanfaatkan mahasiswa KKNT Inovasi.
“Luaran KKNT juga perlu menyoroti pentingnya indikator kinerja utama (IKU), mulai dari publikasi, buku, media sosial, hingga publikasi riset,” tambah Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim, Prof Ernan Rustiadi. Ia juga mendorong penguatan kolaborasi dengan berbagai mitra serta membuka peluang pengembangan KKNT internasional untuk memperluas dampak program hingga tingkat global.
Melalui workshop ini, diharapkan seluruh DPL memiliki pemahaman yang sama dalam mendampingi mahasiswa sehingga pelaksanaan KKNT Inovasi 2026 mampu menghasilkan program yang lebih terarah, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (*/Rz)
