ISOSS 2026 Seri Kedua Kupas Tuntas Ocean Robotics dan AI Bersama Profesor Asal China

ISOSS 2026 Seri Kedua Kupas Tuntas Ocean Robotics dan AI Bersama Profesor Asal China

isoss-2026-seri-kedua-kupas-tuntas-ocean-robotics-dan-ai-bersama-profesor-asal-china.jpg
Berita

Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University kembali melanjutkan rangkaian The 3rd International Seminar on Ocean Science and Sustainability (ISOSS) 2026. Masuk pada seri kedua, kali ini berfokus pada masa depan eksplorasi laut berbasis teknologi robotik dan kecerdasan buatan (AI).

Seminar ini menghadirkan pakar robotika Prof Mohd Rizal Arshad, yang saat ini menjabat sebagai Dean of the School of Robotics di Xi’an Jiaotong-Liverpool University (XJTLU), Taicang, China. 

Dalam pemaparannya, Prof Mohd Rizal membawakan topik “Intelligent Marine Robotics and Sensor Technology for Ocean Explorations”. Ia mengupas bagaimana kecerdasan buatan yang diintegrasikan ke dalam robot bawah air dapat mengoptimalkan pengambilan data di laut dalam yang sulit dijangkau manusia.

Acara ini dibuka oleh Ketua Panitia ISOSS 2026, Dr Ayi Rahmat. Dalam sambutannya, Dr Ayi menyampaikan bahwa kehadiran seri kedua ini merupakan bukti komitmen berkelanjutan ISOSS dalam mewadahi kolaborasi riset global dalam pengembangan riset kelautan. 

“Eksplorasi laut tidak lagi hanya dilakukan dengan cara-cara konvensional jika kita bicara tentang keberlanjutan. Melalui teknologi sensor dan robotika berbasis AI yang dipaparkan hari ini, kita membuka peluang baru untuk memantau kesehatan laut kita secara real-time,” ujar Dr Ayi.

Sinergi akademik ini juga disambut baik oleh Ketua Departemen ITK, Dr Syamsul Bahri Agus. Ia mengapresiasi kehadiran pembicara yang memberikan wawasan langsung kepada dosen, staf, dan mahasiswa IPB University.

“Teknologi marine robotics adalah masa depan kelautan. Sambutan hangat dan antusiasme dari seluruh peserta menunjukkan bahwa institusi kita siap mengadopsi dan ikut serta dalam pengembangan teknologi sensor mutakhir ini demi mendukung program sustainability global,” ungkap Dr Syamsul dalam sambutannya. (*/Rz)