IPB University Jadi Tuan Rumah Workshop Communique AHEC Asia Tenggara
IPB University menjadi tuan rumah dalam kegiatan Workshop of Communique ASEAN Higher Education Conference (AHEC) tahun 2023. Workshop tersebut diselenggarakan pada Sabtu (5/8) di IPB International Convention Center, Bogor. AHEC 2023 diselenggarakan dengan tujuan mempertemukan para pimpinan perguruan tinggi, dosen, mahasiswa serta perwakilan pemerintah dan pemangku kepentingan industri dari negara-negara Asia Tenggara.
Pada kesempatan tersebut Rektor IPB University, Prof Arif Satria ditunjuk sebagai Wakil Ketua II Majelis Rektor Perguruan Tinggi Indonesia (MRPTNI). Selain itu, buku Communique AHEC 2023 juga menjadi output kegiatan ini.
"Semoga buku Communique AHEC 2023 ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pemangku kepentingan, baik mewakili dunia pendidikan tinggi, pemerintahan dan industri dalam kemajuan bersama di ASEAN,” harap dia.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk tim penyusun yang terdiri dari 38 perguruan tinggi negeri di Indonesia, meliputi 50 personalia yang telah bekerja secara kolektif untuk membuat buku ini. Terima kasih juga kepada tim IPB University yang telah memfasilitasi workshop finalisasi buku Communique AHEC 2023 ini,” sambung Prof Arif.
Dr Setiawan, Ketua Panitia AHEC 2023 menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan kristalisasi pemikiran dari berbagai kegiatan webinar series yang telah dilakukan. Buku Communique telah menampung gagasan dari multistakeholders baik dari kementerian, pimpinan perguruan tinggi ASEAN serta dari sektor industri.
“Terima kasih Rektor IPB University yang sudah memfasilitasi 38 anggota MRPTNI yang ditugaskan perguruan tinggi masing-masing untuk menyusun buku ini. Buku tersebut adalah kristalisasi pemikiran yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga lebih kepada aspek yang sifatnya teknis dan bisa menjadi rujukan bagi seluruh pihak terkait,” jelas Dr Setiawan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa ada tiga taskforce yang menjadi fokus dalam buku Communique AHEC ini. Dengan 186 halaman, buku tersebut mencerminkan perkembangan dan tantangan yang dihadapi saat ini. Ketiga taskforce itu terkait inovasi dan transformasi digital, konektivitas industri serta resiliensi dan keberlanjutan.
“Pada setiap taskforce ini kita telah memilih fokus yang kemudian dielaborasi lebih jauh, misalnya terkait dengan digital-driven research and innovation dan digital transformation fusion sampai bagaimana itu kemudian bisa diterapkan,” ujarnya. (Lp/Rz)
