Guru Besar IPB University: Aplikasi Pengolahan Citra Bantu Petani Buah Seragamkan Kualitas

Guru Besar IPB University: Aplikasi Pengolahan Citra Bantu Petani Buah Seragamkan Kualitas

guru-besar-ipb-university-aplikasi-pengolahan-citra-bantu-petani-buah-seragamkan-kualitas-news
Riset

Produksi buah nasional sekitar 20 juta ton per tahun dan sayuran sekitar 12 juta ton per tahun. Namun Indonesia masih impor buah segar dan olahan sekitar 1 juta ton per tahun, sedangkan ekspor produk hortikultura keseluruhan hanya sekitar 0,3 juta ton per tahun.

“Salah satu masalah dalam pengembangan buah asli Indonesia adalah mutu buah yang kurang seragam. Banyak teknologi pascapanen buah-buahan yang sudah diterapkan, namun keseragaman kualitas dan kemasakan buah-buahan tersebut tetap menjadi faktor penentu,” ujar Prof Dr Ir Usman Ahmad, Guru Besar Tetap Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB University saat Konferensi Pers Pra Orasi di Kampus Baranangsiang, Bogor (21/11).

Untuk menghasilkan produk yang berkualitas, harus dilakukan teknik budidaya dan penerapan Good Agricultural Practices (GAP).

Dalam pascapanen, perlu dipertimbangkan upaya penerapan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Teknologi yang bisa diterapkan pada mesin sortasi dan pemutuan buah secara otomatis adalah teknik pengolahan citra.

“Teknologi ini lebih murah karena hanya membutuhkan kamera digital dan komputer yang dilengkapi dengan fasilitas koneksi digital (fasilitas standar pada komputer). Teknik pengolahan citra ini masih terbatas penggunaannya di Indonesia, namun potensinya sangat besar untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi sortasi dan pemutuan buah berdasarkan kualitas dan kemasakannya,” imbuhnya.

Prof Usman telah menerapkan teknologi ini untuk kegiatan sortasi dan pemutuan produk pada beberapa buah. Contoh pemutuan buah mangga arumanis berdasarkan ukuran menghasilkan beberapa kelas mutu sesuai standar yang berlaku. Pada mangga gedong parameter pemutuannya adalah komponen warna merah karena mutu mangga tersebut diwakili oleh warna jingga-merah.

“Untuk manggis kualitas ekspor, ada syarat tambahan yaitu bentuk kelopak normal dan berwarna hijau. Teknik pengolahan citra dapat digunakan untuk membedakan buah manggis kualitas ekspor dari ukuran dan kesegaran kelopak buah. Contoh lain adalah perubahan tidak kasat mata pada buah melon yang matang dapat dideteksi dengan menggunakan teknik pengolahan citra.

Berdasarkan hasil ini, selain memudahkan proses sortir, penerapan precision agriculture, juga dapat menghemat biaya produksi dan tidak mengurangi hasil panen,” tambahnya. (Zul)

 

Keyword: Teknik Pengolahan Citra, Precision Agriculture, Guru Besar Tetap Fateta, IPB University