Mahasiswa IPB Buat Rumba Rimba, Rumah Baca Berbasis Kehutanan

Mahasiswa IPB Buat Rumba Rimba, Rumah Baca Berbasis Kehutanan

mahasiswa-ipb-buat-rumba-rimba-rumah-baca-berbasis-kehutanan-news
Berita

Penduduk Indonesia mempunyai minat baca yang sangat rendah. Berdasarkan data United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 2012, minat baca penduduk Indonesia hanya mencapai 0,0001 persen. Angka ini berarti bahwa dari 1.000 orang Indonesia hanya ada satu orang yang minat baca. Angka yang sangat rendah. Dalam menangani masalah ini, pemerintah sudah banyak melakukan program-program untuk dapat meningkatkan minat baca penduduknya. Salah satunya adalah dengan pembuatan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang bertujuan agar kesempatan membaca bukan hanya untuk yang masih bersekolah saja, melainkan semua kalangan masyarakat.

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) adalah tempat yang sengaja dibuat pemerintah, perorangan, atau swakelola dan swadaya masyarakat untuk menyediakan bahan bacaan dan menumbuhkan minat baca kepada masyarakat yang berada di sekitar TBM (Sutarno 2008). TBM memiliki istilah lain diantaranya perpustakaan, pondok baca, gubuk baca atau rumah baca. Semua istilah tersebut memiliki arti yang sama dengan Taman Bacaan Masyarakat hanya saja penggunannya berbeda tergantung dari filosofi yang akan diambil dari taman bacaan tersebut. 

Era globalisasi yang terjadi saat ini menuntut segala perubahan dalam bidang kehidupan bermasyarakat dan bernegara untuk menjadi lebih baik, terbuka, dan lebih sejahtera. Rumah baca sebagai salah satu wadah dalam pendidikan juga dituntut dalam perubahan ini. Sebagai contoh, rumah baca yang selama ini hanya sebagai wadah untuk menyediakan bahan bacaan dan menumbuhkan minat baca, dewasa ini dapat pula menjadi wadah untuk hal-hal lain seperti pengembangan minat dan bakat serta program edukasi lainnya.

Salah satu contoh penerapan TBM dengan program edukasi lain adalah Rumba Rimba. Rumba Rimba adalah salah satu program TBM yang dibentuk oleh lima orang mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), mereka adalah Adhitya Suhada, Shyntia Oktaviani, Afifah Hanum, Muthi'ah Nur Fadhilah, dan Yogi Adi Syah Putra. TBM ini menerapkan konsep rumah baca yang berbasis edukasi kehutanan. Basis bidang keilmuan mereka yang didominasi dari Fakultas Kehutanan menjadi latar belakang mereka untuk memfokuskan program edukasi TBM ke kehutanan. Edukasi mengenai kehutanan dapat dimulai dari hal-hal kecil seperti pengenalan buku ataupun edukasi-edukasi lain yang dapat diterapkan melalui kehadiran rumah baca. 

Selain itu, tujuan dibentuknya Rumba Rimba adalah untuk turut berperan dalam mendukung program pemerintah, yaitu memasyarakatkan bahasa Indonesia. Kehadiran rumah baca ini menjadi langkah awal masyarakat umum, khususnya anak, untuk mengenal, mempelajari, dan mencintai bahasa Indonesia. Bukan hanya edukasi tentang kehutanan, tetapi juga memasyarakatkan bahasa Indonesia di daerah-daerah yang notabene masih lebih sering menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-harinya.

Rumah baca ini merupakan perpaduan antara buku bacaan, teknologi, serta kegiatan edukasi yang dirasa menarik bagi beberapa anak, sehingga rumah baca dapat menjadi wadah edukasi kehutanan dan pemasyarakatan bahasa Indonesia. Sejauh ini, para mahasiswa IPB ini menjadikan Yayasan Panti Sosial Anak Asuh Kosgoro yang terletak tidak jauh dari kampus IPB Dramaga sebagai lokasi pelaksanaan program Rumba Rimba.(KHO/NM)