KMM Bersama LPPM Tingkatkan Mutu PPM

KMM Bersama LPPM Tingkatkan Mutu PPM

DSC_0753
Berita

Kepala Kantor Manajemen Mutu (KMM) Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Fredinand Yulianda menyebut bahwa Standar Mutu Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) adalah salah satu komponen standar yang dikembangkan dalam standar mutu IPB. Penetapan standar mutu sangat penting sebagai acuan pelaksanaan akademik dan non akademik baik secara individu maupun secara kelembagaan di lingkungan IPB.

“Standar PPM yang akan disusun ini merupakan penjabaran standar mutu IPB. Hal ini agar target dan pencapaian standar di bidang PPM lebih tepat sasaran sehingga dapat meningkatkan kualitas proses dan keluaran PPM, baik di lingkungan LPPM/Pusat maupun Fakultas/Departemen,” terang Dr Fredinand.

Dalam rangka penyempurnaan standar PPM yang telah disusun oleh tim penyusun, ujar Dr Fredinand, maka digelar Lokakarya Sistem dan Standar Mutu Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IPB, Jumat (28/11), yang mengundang Dekan, Ketua Departemen, Kepala Pusat, Kepala Kantor, Direktur, Kepala Biro, dan tim penyusun standar mutu PPM IPB. Kegiatan yang mengambil tempat di IPB International Convention Center (IICC) Bogor ini dibuka secara resmi oleh Rektor IPB Prof Dr Herry Suhardiyanto.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB Dr Prastowo menegaskan, PPM akan menelurkan hasil yang bermutu jika dilakukan oleh personal yang kompeten di bidangnya. Dalam kesempatan ini Dr Prastowo menyebut sejumlah kriteria PPM bermutu, yakni  adanya pemberdayaan, sharing, sinergi, jejaring, integritas, dan kolaborasi. Semua kriteria tersebut, terangnya, mutlak harus ada dalam PPM bermutu.

Sebelumnya, Rektor dalam sambutannya juga mengatakan, bahwa kegiatan lokakarya ini adalah bentuk komitmen bersama untuk terus meningkatkan mutu IPB. Standar mutu PPM yang masih harus disempurnakan ini, ujarnya, diharapkan ke depan memudahkan siapa pun yang akan melakukan PPM memiliki gambaran lebih jelas mengenai standar mutu yang ingin dicapai. “Tidak ada pilihan lain, kecuali mutu, mutu, mutu!” tandasnya. (nm)