Cargill dan IPB Bangun Kebun Pendidikan Kelapa Sawit Pertama di Indonesia
Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Cargill menyelenggarakan acara peresmian kerjasama untuk membangun kebun pendidikan kelapa sawit pertama di Indonesia. Acara ini diselenggarakan di IPB International Convention Center (18/7). Peresmian kerjasama ini ditandai dengan pertukaran dokumen Memorandum of Understanding (MoU) yang beberapa waktu sebelumnya telah ditandatangani. Pertukaran dokumen MoU ini dilakukan antara Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc dengan Chief Executive Officer Cargill Tropical Palm Holdings, Angeline Ooi disaksikan oleh Direktur Budidaya Tanaman Tahunan, Kementerian Pertanian RI, Dr.Ir. Rismansyah Danasaputra.
Kebun yang diberi nama “IPB-Cargill Kebun Pendidikan Kelapa Sawit” ini merupakan bentuk skala kecil dari perkebunan kelapa sawit komersial yang berlokasi di Jonggol, Bogor. Kebun Pendidikan ini akan memberikan pelatihan berkualitas tinggi dan sesuai dengan standar-standar industri untuk mahasiswa mengenai teknik-teknik produksi dan manajemen perkebunan terbaru. “Dengan adanya kebun ini, mahasiswa akan mendapatkan gambaran mengenai bagaimana pengelolaan, menangani persoalan nantinya pada skala kebun sawit sesungguhnya” ujar Rektor.
Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc menyatakan, “Kami menyambut baik terlaksananya pembangunan kebun pendidikan kelapa sawit di Jonggol ini. Kami berharap kebun pendidikan ini dapat menjadi wahana pembelajaran dan pelatihan dalam pengelolaan unit produksi yang dikelola secara fungsional”. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc menyampaikan terima kasih dan penghargaan secara khusus kepada Ketua Departemen Agronomi dan Holtikultura Fakultas Pertanian IPB beserta seluruh dosen yang telah sangat gigih memperjuangkan dari awal agar kebun pendidikan kelapa sawit ini terwujud.
Kebun pendidikan ini juga akan menjadi acuan bagi perusahaan-perusahaan kelapa sawit lain dalam penerapan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Rountable on Sustainable Palm Oil (RSPO). “Saya berharap agar kebun pendidikan ini nantinya dapat menerapkan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Rountable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sehingga dapat menjadi sarana pembelajaran baik bagi perkebunan besar maupun perkebunan rakyat,” ujar Rektor.
Angeline Ooi menyatakan merasa bangga memberikan contoh terdepan dalam industri dengan adanya kemitraan ini. Ini adalah inisiatif pertama antara pertanian kelapa sawit komersial dan institusi pendidikan. Kemitraan ini merupakan bentuk peran penting yang dimainkan oleh sektor pendidikan dalam membentuk pakar-pakar industri generasi mendatang yang menghargai dan memahami pentingnya praktek-praktek kelestarian dalam kelapa sawit dan akan para profesional masa depan ini akan membantu memajukan standar-standar industri kelapa sawit berkelanjutan. (RF)
