Teknologi Akustik Untuk Pembangunan Maritim Indonesia

Teknologi Akustik Untuk Pembangunan Maritim Indonesia

Berita

Dalam kegelapan laut tersimpan berbagai sumberdaya yang dapat dimanfaatkan manusia guna mendukung kehidupannya. Walaupun demikian, laut bersifat kompleks dan dinamis sehingga diperlukan teknologi untuk mengurai kompleksitas dan dinamika yang ada.
 
Obyek dan proses apa saja yang ada di bawah laut benua maritim Indonesia, pada kedalaman berapa dan berapa banyak  serta bagaimana kondisinya dari waktu ke waktu dan dari satu relung laut ke relung laut lainnya, masih sangat minim diketahui dan dipahami.
 
Prof Dr Indra Jaya, Guru Besar Akustik dan Instrumentasi Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, menyampaikan hal itu dalam orasi ilmiahnya bertajuk “Penginderaan Jauh Sumberdaya dan Dinamika Laut dengan Teknologi Akustik untuk Pembangunan Benua Maritim Indonesia”, Sabtu (19/11) di Grha Widya Wisuda Kampus IPB Dramaga Bogor.
 
Terkait dengan hal itu, Prof Indra menguraikan status terkini teknologi akustik bawah air.  Teknologi yang memanfaatkan gelombang suara untuk eksplorasi sumberdaya dan lingkungan laut, termasuk untuk mengamati dan mengkaji obyek dan dinamika bawah air.
 
Prof Indra mengatakan, gelombang suara secara efisien dan efektif dapat menembus kegelapan dan kedalaman laut hingga ribuan meter. “Padahal, dengan bantuan ‘senter Tuhan’ atau matahari pun, kedalaman laut hanya bisa dilihat paling banter 50 meter, itu kalau airnya jernih. Sementara kalau keruh, mungkin hanya 10 sampai 20 meter saja. Lalu bagaimana kita bisa memanfaatkan kekayaan bawah laut, jika kita tidak tahu apa yang ada di dalamnya,” ujar Dekan FPIK ini.

Untuk itu, kata Prof Indra, guna mempercepat implementasi pembangunan benua maritim Indonesia perlu segera dikembangkan pusat unggulan (center of excellent) pengembangan dan pemanfaatan teknologi akustik berskala nasional. (nm)