Kuliah Umum Dr.Roger Beachy di IPB
Sektor pertanian Indonesia dinilai masih belum mengalami peningkatan yang segnifikan dalam hal produksi beras, jagung, kedelai dan gandum, dan masih mengandalkan impor untuk memenuhi kecukupan dalam negeri. Demikian dikatakan Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Pengembangan, Prof.Dr.Ir Hermanto Siregar ketika menerima kunjungan Dr. Roger Beachy seorang professor emeritus bidang Bioteknologi Ilmu dan Teknologi Pangan dari The Nasional Institute of Food and Agriculture(NIFA). Tamu diterima di Ruang Sidang Rektor Kampus IPB Darmaga,(26/7).
Kunjungannya ke IPB dalam rangka penjajakan kerjasama yang akan dijalin ke depan terkait peningkatan produktivitas pertanian dengan bioteknologi. Saat ini menurut Dr. Roger hampir sekitar 915 miliar dari penduduk dunia akan mengalami krisis pangan .
Lebih lanjut Dr. Roger mengatakan ada lima hal penting yang menjadi tantangan penduduk dunia saat ini adalah keamanan pangan, ketahanan pangan, nutrisi dan kesehatan, bioenergi dan biomaterial serta perubahan iklim.
Selain itu, Dr. Roger menyampaikan kedatangannya ke Indonesia khususnya IPB dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian sebagai upaya untuk mengatasi tantangan global, selain juga untuk meningkatkan keamanan pangan bagi jutaan orang kekurangan gizi yang tinggal di negara-negara berkembang.
Dr. Roger tidak menyetujui cara-cara peningkatan produktivitas pertanian dengan menggunakan pestisida. Ia mengatakan, “Dengan bioteknologi pertanian otomatis dapat mengurangi penggunaan pestisida untuk produktivitas tanaman. Pestisida dianggap sangat berbahaya untuk kesehatan juga akan menimbulkan dampak terhadap perubahan iklim”, tandasnya.
Usai menyampaikan Kuliah Umum, Dr.Roger dan rombongan berkesempatan mengunjungi Seafast Center , Pusat Studi Surfactan dan Bioenergy di Kampus IPB Baranang siang dan ICDF atau Taiwan Technical Mission, Agribusiness Development Centre.(dh)
