Jumling Perdana LPPM IPB 2011 di Desa Cibanteng dan Benteng
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor ( LPPM-IPB) menyelenggarakan Jum’at Keliling (Jumling) Perdana tahun 2011 di Desa Cibanteng dan Benteng, Jum’at (11/3). Kepala Desa Benteng, Abu Bakar mengatakan Jumling IPB mampu meningkatkan kesejahteraan warganya. “Dari kegiatan Jumling IPB ini masyarakat kami mengelola potensi tanaman obat keluarga (TOGA) menjadi beranekaragam produk herbal yang dapat langsung dikonsumsi dan dipasarkan,” ungkap Abu Bakar. Abu Bakar mengucapkan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian yang dilakukan para pengajar IPB dan berharap IPB tetap memberikan bimbingan kepada warganya. Hal serupa juga diungkapkan Sekretaris Desa Cibanteng, Kusnadi.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof. Dr. Ir. Yonny Koesmaryono menyampaikan kegiatan Jumling merupakan bentuk komitmen pengabdian IPB kepada masyarakat di lingkar kampus. “Kami ingin menunjukkan bahwa tidaklah semua perguruan tinggi bagaikan menara gading di wilayah sekitarnya. Selain untuk menjalin silaturahmi, IPB juga ingin memberikan manfaat bagi masyarakat setempat melalui program-program pengabdian masyarakat,” papar prof. Yonny. IPB bersama warga telah menginisiasi pembentukan Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA) untuk membantu peningkatkan ekonomi keluarga. Di samping perbaikan gizi keluarga dengan memanfaatkan potensi protein hewani lokal seperti kelinci, ayam kampung, belut, ikan lele dan sebagainya.
Peneliti TOGA IPB dari Fakultas Kehutanan IPB, Prof. Ervizal Amzu mengatakan dari Desa Bentenglah sebenarnya khasiat daun sirsak sebagai obat anti kanker dan daun takokak sebagai penyembuh kanker prostat itu berasal. “Selama 20 tahun, informasi tersebut tidak terungkap. Padahal berasal dari penelitian di Desa Benteng diketahui daun sirsak mempunyai kemampuan menyembuhkan penyakit kanker sepuluh ribu lebih kuat dibanding kemoterapi,” lanjut Prof. Amzu. Sejak informasi tersebut terungkap ke media, hampir tiap hari Prof. Amzu mendapatkan telepon dari masyarakat yang mengadukan berbagai penyakit khususnya cara menyembuhkan kanker. Prof. Azmu juga menyampaikan pengalaman empiris seorang ibu dari Desa Benteng dinyatakan sembuh dari penyakit kanker serviks setelah rutin dua bulan terus menerus meminum ramuan daun sirsak. Prof. Amzu berharap ke depan warga dapat memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk menanam TOGA dan menjadikannya sebagai obat keluarga.
Pada kesempatan itu, IPB menyerahkan santunan kepada 20 anak yatim dan bibit tanaman TOGA untuk ditanam warga. Selanjutnya acara dilanjutkan testimoni keberhasilan pemberdayaan dan pengabdian masyarakat dari warga setempat serta peninjauan Rumah TOGA dan Sekretariat POSDAYA Desa Benteng. (ris)
