Rektor IPB: Perilaku Tidak Berkarakter Tanda Bangsa Akan Hancur
Peresmian Gedung Labshool Pendidikan Karakter IPB ISFA
Sala satu kewajiban utama yang harus dijalankan oleh para orang tua dan pendidik adalah melestarikan dan mengajarkan nilai-nilai moral kepada anak. Nilai-nilai moral ditanamkan akan membentuk karakter (akhlak mulia) dan merupakan fondasi penting bagi terbentuknya sumberdaya manusia dan sebuah tatanan masyarakat yang beradab dan sejahtera dalam mencapai kemajuan bangsa.
Begitu dipaparkan oleh Rektor IPB, Prof.Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., saat meresmikan gedung Labschool Pendidikan Karakter IPB-ISFA, pada acara serah terima gedung tersebut dari Indonesia Singapure Friendship Association (ISFA) kepada IPB, (8/11) di Cikabuyutan, Bogor Timur, Bogor.
“Terdapat tanda-tanda zaman yang harus diwaspadai, karena jika tanda-tanda ini sudah ada, berarti suatu bangsa sedang menuju kehancuran. Tanda-tanda tersebut adalah, meningkatknya kekerasan di kalangan remaja, penggunaan bahasa dan kata-kata yang buruk, pengaruh peer group yang kuat dalam tindakan kekerasan, meningkatnya perilaku merusak diri (penggunaan narkoba, alkohol dan seks bebas), semakin kaburnya pedoman moral baik dan buruk, menurunkan etos kerja, semakin rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru, membudayanya ketidakjujuran dan adanya rasa curiga dan kebencian diantara sesama,” ujar Rektor IPB.
Rektor mengatakan, dengan berdirinya Labschool Pendidikan Karakter IPB-ISFA ini diharapkan memperkokoh peran IPB dalam membangun karakter bangsa, melalui penyediaan layanan pendidikan karakter dan kegiatan penelitian yang dapat menghasilkan inovasi yang terkait dengan pendidikan karakter.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), Dr. Arief Satria, mengatakan tentang pentingnya pengembangan karakter di tingkat hulu.
“Perguruan Tinggi merupakan terminal akhir dalam pendidikan karakter yaitu pada tingkatan hilir, namun jauh lebih penting juga pengembangan karakter di tingkat hulu,” ujarnya.
Menurutnya, selain program labschool ini ada banyak program-program yang akan dikembangkan oleh FEMA IPB, diantaranya adalah dengan akan hadirnya klinik pengembangan konsultasi gizi dan keluarga.
Serah Terima Gedung Labschool
Sementara itu, usai sambutan, Delegasi ISFA Mr. M.Nur M. Sahid dan Rektor IPB menandatang dokumen penyerahan gedung dan menyerahkannya dari ISFA kepada IPB. Perlu diketahui naskah kerjasama antara ISFA dengan IPB ini telah ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal 7 november 2007 lalu.
Program Early Childhood Educational Center (ECC) yang dikembangkan saat ini berupa penyelanggaraan IPB-ISFA Early Child Education and Development Labschool (selanjutnya disebut Labschool Pendidikan Karakter IPB-ISFA) didirikan untuk memberikan pelayanan kepada anak dan keluarganya dalam bentuk penyediaan wahana bagi tumbuhh kembang anak usia pra sekolah serta wahana bagi penguatan institusi keluarga. Labschool ini merupakan Satuan Usaha Akademik (SUA) di lingkungan IPB. Keberadaanya sesuai dengan kompetensi keilmuan Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), sehingga dapat menunjang kompetensi keilmuan mahasiswa Departemen IKK dalam bidang penelitian dan kajian pengembangan ilmu di bidang keluarga, anak dan konsumen.
Salah satu lingkup kegiatan yang dikembangkan adalah pendidikan anak usia dini yang di dalamnya ada beberapa program yaitu, Taman Kanak-kanak, playgroup, Pelayanan After School Program, dan Day Care.
Turut menyaksikan acara ini adalah, Perwakilan Indonesia Heritage Foundation (IHF), Sofyan Djalil, P.hD., Delegasi Republik Indonesia untuk Singapura, Wardana, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Bambang Gunawan, dan Direktur ISFA Dr.Ir. Dwi Hastuti, M.Sc. (man)
