Di UPM, Dosen Tanpa Riset Kena Punishment
“Seorang pengajar tanpa riset, kering. Ia hanya berpedoman pada text book,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB Prof.Dr. Yonny Koesmaryono, Kamis (18/6).
Hal ini dikemukakan Prof. Yonny usai mendengar presentasi Deputy Vice Chancellor University Putra Malaysia (UPM) Prof.Dr. Abu Bakar Salleh bertajuk “Research Universities as a Platform for Research Creativities and Innovations”. Acara yang mengambil tempat di Ruang Sidang Rektor Kampus IPB Darmaga Bogor ini dihadiri Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB, Dr. Anas Miftah Fauzi, para Dekan, para Kepala Pusat dan sejumlah pimpinan lainnya.
Prof. Yonny sepakat dengan pendapat Dekan F-MIPA, Dr. Hasim, yang mengatakan bahwa jika ingin membentuk universitas riset maka harus ada kemauan yang kuat dari pemerintah. Selain itu, universitas harus memiliki komisi disiplin.
“Saat ini komisi disiplin baru ada untuk mahasiswa, untuk dosen belum. Padahal Di UPM, dalam jangka waktu tertentu tidak melakukan riset, maka ada punishment. Begitu pula grant, pemerintah memberikannya tanpa guidence. Karenanya, presentasi dari Prof. Abu Bakar ini menjadi satu pencerahan bagi kita di IPB,” papar Prof. Yonny.
Sebelumnya, Dekan F-MIPA IPB, Dr. Hasim mengatakan, pemerintah mengucurkan dana (untuk riset), namun tidak disertai pesan apa-apa. “Ini pemborosan. Pada akhirnya, bagi yang membuat proposal dipersilakan, dan bagi yang tidak membuat, tidak diapa-apakan,” kata Dr. Hasim. (nm)
