IPB Tuan Rumah Pelatihan Pengelolaan dan Konservasi Terumbu Karang Secara Terpadu Bagi Pegawai DKP
Sebanyak 22 orang pegawai dari Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) RI yang berasal dari Batam, Sumatera Barat, Tapteng, Mentawai, Lingga, Natuna, Nias, Nias Selatan, Kepri, Sumatera Utara, Bintan, Tapten dan tiga orang dari pusat, mengikuti "Pelatihan Pengelolaan dan Konservasi Terumbu Karang Secara Terpadu," Senin (20/8) di ruang Diskusi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Kampus IPB Darmaga, Bogor.
Direncanakan pelatihan yang berlangsung dari tanggal 20-30 Agustus ini akan roadshow mulai dari Bogor, Jakarta, Situbondo dan Bali. Kegiatan ini digelar berkat kerjasama antara Program Coremap II DKP dengan PT. Coastmar Lestari.
Coral Reef Rehabilitation and Management Program Phase II (COREMAP) atau Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang Tahap II merupakan program jangka panjang yang diprakarsai oleh Pemerintah Indonesia dengan tujuan melindungi, merehabilitasi dan memanfaatkan terumbu karang secara lestari untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Program ini terdiri dari 3 tahap, yaitu: tahap inisiasi, tahap akselerasi dan tahap institutionalisasi. Pada tahap I, LIPI merupakan lembaga yang bertanggung jawab dalam melaksanakan COREMAP. Untuk tahap II, Departemen Kelautan dan Perikanan dipercaya sebagai badan pelaksana (executing agency) program rehabilitasi dan pengelolaan terumbu karang.
Dalam melaksanakan program ini DKP bekerjasama dengan LIPI, Bappenas, Departemen Kehutanan, Departemen Dalam Negeri, Departemen Keuangan, TNI/POLRI, dan instansi terkait iainnya. Di Kabupaten, Dinas Kelautan dan Perikanan berperan sebagai unit pelaksana proyek (Project Implementation Unit / Project Management Unit), kecuali di Kabupaten Biak berada di Bappeda.
COREMAP II dilaksanakan di 7 provinsi (Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur dan Papua) dan 12 Kabupaten/Kota (Nias, Tapanuli Tengah, Mentawai, Keppri, Batam, Natuna, Selayar, Pangkep, Buton, Sikka, Raja Ampat dan Biak). COREMAP II wilayah Indonesia Barat didanai oleh Asian Development Bank dan untuk wilayah Indonesia Timur didanai oleh World Bank.
Usai memberikan ceramah, Direktur Proyek PMO Coremap II, Ir. Yaya Mulyana, mengharapkan peserta-peserta ini dapat memiliki wawasan tentang upaya konservasi dan cara pengelolaan terumbu kerang secara terpadu. "Setidaknya mereka mengetahui dasar-dasar pengetahuan mengenai kondisi terumbu karang, kemudian bisa melakukan upaya pembinaan terhadap habitat dan populasi ikan," tandasnya.
Ditambahkannya, dari roadshow yang akan dilakukan tersebut, peserta bisa mengambil pengalaman-pengalaman yang sudah ada, seperti Pengelolaan Ikan hias oleh kelompok nelayan di Bali, pemanfaatannya untuk ekspor, dan belajar dari NGO bertaraf internasional.
Sementara itu Ketua Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK IPB, Dr. Sulistiono, M.Sc., mengatakan, banyaknya keanekaragaman ikan serta terumbu karang di Indonesia, belum bisa ditangani dengan optimal, yang disebabkan sumberdaya manusia masih terbatas dan belum spesialis. (man/nUr)
