Anak Petani Jagung di Lampung Jadi Lulusan Terbaik IPB University, Kini Meniti Karier Sambil Terus Mengejar Mimpi
Intan Nur Rahmadhanti, putri petani jagung di Lampung, berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik IPB University dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan dengan meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,89. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, Intan kini bersiap menapaki dunia kerja, sembari tetap membawa cita-cita untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 di luar negeri dengan beasiswa.
Intan merupakan lulusan SMAN 1 Sukoharjo, Lampung. Ia diterima di IPB University melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Berasal dari keluarga sederhana, Intan dapat menempuh pendidikan di IPB University dengan dukungan beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
Orang Tua jadi “Rem” Ambisi
Ayahnya bekerja sebagai petani, sedangkan ibunya menjalankan usaha. Dukungan kedua orang tua menjadi salah satu kekuatan Intan selama menjalani pendidikan di IPB University.
“Bekerja keras, rajin belajar, dan berprestasi memang penting, tapi jangan lupa menjaga kesehatan,” ujar Intan, mengingat pesan yang selalu disampaikan orang tuanya.
Intan mengaku dirinya termasuk pribadi yang cukup ambisius. Karena itu, orang tuanya kerap menjadi “rem” yang mengingatkannya agar tidak terlalu memaksakan diri.
“Saya bersyukur karena di setiap langkah, mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik dan mendukung keputusan serta mimpi-mimpi saya,” katanya.
Menjalani perkuliahan jauh dari orang tua menjadi salah satu tantangan bagi Intan. Namun, kondisi tersebut justru membuatnya belajar menjadi lebih mandiri dan melihat berbagai persoalan dari perspektif yang berbeda.
“Secara keseluruhan, saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari IPB University karena lingkungan di dalamnya memberi banyak ruang untuk belajar, bertumbuh, dan berkembang,” ujarnya.
Tertarik Silvikultur Sejak SMA
Intan memilih Program Studi Silvikultur karena sejak SMA telah memiliki ketertarikan terhadap ilmu yang berkaitan dengan lingkungan. Ketertarikan tersebut semakin kuat ketika ia mengikuti Olimpiade Geografi.
Saat mengenal Silvikultur lebih jauh, Intan menemukan sejumlah bidang yang sesuai dengan minatnya, seperti ekologi hutan, dinamika iklim hutan, dan pedologi. Hal tersebut membuatnya semakin yakin untuk mendalami bidang kehutanan di IPB University.
Selama menjadi mahasiswa, Intan aktif dalam sejumlah organisasi, di antaranya IPB Sustainable Science Research Students (SSRS) Association, Tree Grower Community, dan International Forestry Students’ Association. Ia juga berkesempatan menjadi finalis Mahasiswa Berprestasi IPB University.
Pengalaman mengikuti Rainforest Youth Summit di Sarawak, Malaysia menjadi salah satu momen yang paling berkesan bagi Intan. Dalam kegiatan tersebut, ia tidak hanya menjadi delegasi, tetapi juga volunteer. Kegiatan itu sekaligus menjadi pengalaman pertamanya pergi ke luar negeri, terlebih dengan kesempatan mengikuti program secara fully funded.
Setelah lulus dari IPB University, Intan ingin mulai membangun karier sebagai profesional di bidang yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan minatnya. Di tengah persiapan membangun karier, ia juga mulai mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan S2 ke luar negeri melalui program beasiswa.
Dalam jangka panjang, Intan memiliki cita-cita untuk membangun bisnis sendiri dan menulis buku tentang perjalanan hidupnya. Ia berharap kisah perjalanan tersebut kelak dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk terus belajar, berkembang, dan berani mengejar mimpi, terlepas dari latar belakang dan keterbatasan yang dimiliki. (dh)
