IPB University dan Jerman Perkuat Kolaborasi Percepatan Transisi Energi, Bangun Solar Cold Storage

IPB University dan Jerman Perkuat Kolaborasi Percepatan Transisi Energi, Bangun Solar Cold Storage

ipb-university-dan-jerman-perkuat-kolaborasi-percepatan-transisi-energi-bangun-solar-cold-storage-1
Hot News

IPB University bersama Pemerintah Jerman dan sejumlah mitra pemerintah memperkuat kolaborasi untuk mempercepat transisi energi yang berkelanjutan, berkeadilan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi. 

Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan resmi Federal Minister for Economic Cooperation and Development of Germany atau Bundesministerium für wirtschaftliche Zusammenarbeit und Entwicklung (BMZ), Reem Alabali Radovan, ke IPB University (18/8), yang dirangkai dengan kuliah tamu bertema Global Energy Transition dan peresmian fasilitas solar cold storage.

Riset-Inovasi yang Berdampak
Rektor Dr Alim Setiawan Slamet, menyambut dukungan Pemerintah Jerman melalui Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dalam pengembangan fasilitas solar cold storage di IPB University. Ia mengatakan transisi energi membutuhkan riset, inovasi, pendidikan, serta kolaborasi internasional.

“Transisi energi dan keberlanjutan sangat relevan dengan misi dan prioritas strategis IPB University. Melalui kerangka Agromaritim 5.0, kami berupaya menghubungkan riset dan inovasi dengan pendidikan serta pembangunan masyarakat untuk menciptakan dampak yang berarti bagi masyarakat dan bangsa,” ujar Dr Alim.

Fasilitas solar cold storage juga akan menjadi laboratorium hidup bagi peneliti, dosen, dan mahasiswa untuk mengembangkan riset energi bersih dan teknologi pascapanen di wilayah tropis.

Reem Alabali Radovan dalam kuliah umum menegaskan peran penting generasi muda dalam menghadapi krisis iklim dan mendorong transisi energi.

“Anak muda bukan sekadar penerima kebijakan kami. Kalian adalah agen perubahan. Kalian adalah orang-orang yang perlu mengubah keadaan untuk kita semua,” ujar Reem.

Ia mengatakan bahwa perubahan iklim sudah dirasakan di banyak negara. Namun, negara-negara di Global South mengalami dampak yang lebih parah, meskipun mereka menyumbang lebih sedikit terhadap penyebab perubahan iklim.

Reem juga menyoroti fasilitas solar cold storage yang memanfaatkan energi matahari untuk mendinginkan dan membekukan produk pertanian.

Cold storage ini menciptakan tiga manfaat sekaligus. Pertama, mempercepat transisi energi Indonesia. Kedua, memperkuat rantai pasok pangan dalam negeri. Ketiga, menciptakan lapangan kerja lokal,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas), Febrian Alphyanto Ruddyard, menegaskan, transisi energi harus memastikan energi tetap tersedia dan terjangkau, industri tetap kompetitif, serta perekonomian terus tumbuh. Pemerintah juga menargetkan emisi nol bersih pada 2060 atau lebih cepat.

Ia menekankan transisi energi harus disertai diversifikasi ekonomi, peningkatan keterampilan, lapangan kerja hijau, perlindungan sosial, dan investasi di wilayah terdampak.

Energi Surya Dukung Ketahanan Pangan
Direktur Energi Terbarukan, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tony Susandy, menilai solar cold storage IPB University menjadi contoh konkret pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung ketahanan pangan dan kegiatan ekonomi masyarakat.

“Fasilitas solar cold storage ini adalah contoh konkret bagaimana transisi energi, ketahanan pangan, inovasi teknologi, dan kerja sama internasional dapat bersatu untuk menciptakan solusi praktis,” ujar Tony.

Fasilitas tersebut merupakan hasil kerja sama IPB University dan Kementerian ESDM melalui proyek Tri-Chamber Solar-PV Cold Storage yang diimplementasikan GIZ. Tony berharap model tersebut dapat direplikasi di berbagai wilayah, terutama daerah yang masih memiliki keterbatasan akses listrik andal dan infrastruktur rantai dingin. (Fj)