Berawal dari Mata Kuliah, Tiga Mahasiswa IPB University Ini Sukses Buat Tabata, Inovasi Camilan dari Talas
Tiga mahasiswa Departemen Agribisnis IPB University angkatan 61 menciptakan inovasi kuliner baru yang mengangkat potensi lokal Bogor. Produk yang diikutsertakan dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) ini diberi nama Tabata, menggabungkan tahu, bakso, dan talas dalam sebuah camilan.
Chief Executive Officer (CEO) Tabata, Roby Syahmadi menjelaskan bahwa inovasi makanan yang tengah dipasarkannya berbahan dasar tahu dan di dalamnya terdapat isian adonan bakso dari talas serta isian ayam suwir yang dipadukan dengan berbagai macam varian rasa, seperti original dan pedas.
“Tahu bakso talas ini tidak hanya mengandung protein, tetapi juga mengandung karbohidrat dengan harga yang ramah dikantong konsumen,” kata Roby.
Robi mengungkapkan bahwa ide usaha ini bermula dari mata kuliah kewirausahaan saat semester tiga yang ia ambil. Ia melihat potensi talas yang sangat besar di Bogor namun inovasinya masih terbatas. Kemudian, ia melakukan riset yang hasilnya mengombinasikan talas dengan tahu bakso sebagai inovasi makanan baru.
“Kami memakai komposisi 442, yaitu ayamnya empat bagian, talasnya empat bagian, dan tepungnya dua bagian. Dengan komposisi ini, kami bisa menekan biaya produksi namun tetap memberikan sensasi baru,” ujar Robi.
Saat ini, Tabata dipasarkan dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp3.000 per pcs. Meskipun masih diproduksi dalam skala kecil sebanyak 100 buah per sesi pre-order (PO), produk ini telah mendapatkan perhatian dari kalangan mahasiswa.
Berdasarkan validasi pasar yang dilakukan, konsumen memberikan respons positif terutama pada tekstur bakso yang unik. “Ada teman yang menanyakan kenapa bisa kenyal seperti ini, padahal itu rahasia dapur kami,” ungkap Chief Financial Officer (CFO) Tabata, Dini Rahma Putriani.
Kendati begitu, tim Tabata tetap melakukan evaluasi berkelanjutan, seperti meningkatkan tingkat kerenyahan tahu dan menyesuaikan tingkat kepedasan isian sesuai masukan pelanggan. Pemasaran produknya masih difokuskan di lingkungan kampus IPB University, tapi ke depan berharap menjangkau pasar yang lebih luas.
Dini menuturkan, keikutsertaan dalam program PMW memberikan dampak besar bagi mentalitas dan wawasan bisnis para kru Tabata. Mereka mendapatkan materi yang sangat berharga terkait manajemen finansial, riset pasar, hingga riset dan pengembangan produk.
“Materi-materinya sangat daging dan tidak didapatkan di kelas biasa. Kami belajar bahwa memulai bisnis itu butuh keberanian untuk gagal dan terus belajar dari evaluasi,” pungkas Dini. (MHT)
