Peneliti IPB University Temukan Enzim Atasi Patogen Penyebab Penyakit Layu Tanaman, Resmi Dapatkan Paten
Dosen dan peneliti di Departemen Biologi IPB University, Dr Nisa Rachmania, berhasil menemukan solusi alami untuk mengatasi patogen penyebab penyakit layu pada tanaman. Ia menemukan enzim khusus yang mampu menghambat pertumbuhan fungi atau cendawan perusak tanaman, Fusarium oxysporum.
“Fusarium oxysporum adalah musuh utama petani karena hidup di tanah dan menyebabkan penyakit layu pembuluh pada banyak tanaman pangan, seperti pisang, tomat, cabai, semangka, ubi, hingga kubis. Selama ini, pengendalian fungi sering kali menggunakan bahan kimia yang kurang ramah lingkungan,” ungkapnya.
Sebagai penawar atas problem tersebut, Dr Nisa menemukan enzim bernama β-1,3-glukanase. Enzim ini bekerja dengan cara merusak dinding sel jamur Fusarium, sehingga jamur tidak bisa tumbuh optimal dan menyerang tanaman.
“Karena berasal dari mikroorganisme alami, yakni bakteri Bacillus subtilis W3 15, enzim ini menjadi alternatif biofungisida atau pembasmi fungi alami yang jauh lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan bahan kimia sintetis,” paparnya.
Selama ini Indonesia masih bergantung pada impor untuk produk enzim sejenis. Dr Nisa menyebutkan, “Penemuan ini membuka peluang besar bagi industri dalam negeri untuk memproduksi biofungisida sendiri dengan biaya lebih efisien, memanfaatkan mikroorganisme asli Indonesia yang sudah cocok dengan kondisi lingkungan kita, mengurangi residu kimia pada produk pertanian, sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi.”
Saat ini, temuan tersebut sudah dipatenkan dan siap untuk dikembangkan lebih lanjut agar bisa diproduksi secara massal untuk membantu para petani di Indonesia. (dh)
