Tim Ekspedisi Patriot IPB University Dampingi Masyarakat OAP di Distrik Animha Hilirisasi Ikan Air Tawar
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University menggelar kegiatan pelatihan pemberdayaan masyarakat Orang Asli Papua (OAP) di Distrik Animha, Kabupaten Merauke, guna meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan lokal melalui strategi hilirisasi ikan air tawar.
Dr Adi Hadianto selaku Ketua TEP IPB University menjelaskan bahwa wilayah perairan darat dan rawa di Distrik Animha menyimpan potensi ikan air tawar yang sangat melimpah, seperti gabus (gastor), sepat betik, dan mujair. Kendati demikian, pemanfaatan potensi tersebut belum maksimal lantaran sebagian besar hasil tangkapan nelayan langsung dijual dalam kondisi segar dengan harga yang terbilang murah.
“Pengolahan ikan air tawar menjadi ikan asin memiliki prospek pasar yang sangat terbuka, baik untuk memenuhi kebutuhan di Merauke maupun pengiriman ke luar daerah seperti Pulau Jawa. Selain memberikan pelatihan, tim juga akan mendampingi pembentukan kelompok UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) serta mengawal rantai pasok hingga menghubungkan produsen dan pembeli,” ujarnya.
Melalui program pelatihan dan pendampingan ini, masyarakat OAP di Distrik Animha diharapkan dapat mengenali dan mengeksplorasi lebih luas peluang bisnis perikanan air tawar di sekitar mereka. Pendekatan ini dirancang untuk menambah wawasan OAP dari sekadar menjual hasil tangkapan segar menjadi produsen olahan bernilai tinggi.
Dalam program ini, masyarakat OAP dibimbing secara langsung tahap demi tahap, mulai dari teknik pembelahan ikan yang tepat, proses penggaraman yang pas untuk menjaga kualitas, hingga metode penjemuran yang baik guna menghasilkan produk ikan asin yang berdaya saing.
Pesan Kepala Distrik
Kehadiran TEP 18 IPB University di Distrik Animha tidak berhenti pada pelatihan semata, melainkan berlanjut melalui pendampingan. Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat OAP mampu mengelolah potensi perikanan secara mandiri, sehingga mereka memiliki daya saing yang kuat dan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Kepala Distrik Animha Mariny Renyut, menyampaikan harapannya agar masyarakat dapat terus belajar dan berusaha. Ia menegaskan bahwa pendampingan akan terus dilakukan hingga terbentuk kelompok UMKM yang mandiri, sehingga kegiatan ini tidak berhenti pada tahap pelatihan saja, melainkan berlanjut untuk menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan sekadar menjual ikan mentah secara langsung.
“Datangnya Tim Ekspedisi Patriot Animha menjadi langka awal dalam membuka peluang bagi masyarakat OAP untuk menggali potensi lokal secara lebih mendalam. Melalui program pelatihan ini, kelompok UMKM yang telah terbentuk akan terus didampingi oleh tim hingga berhasil memperoleh legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB),” ucapnya.
Pendampingan yang diberikan oleh TEP IPB University ini diharapkan mampu memperkuat keterampilan masyarakat OAP sekaligus mendorong mereka untuk menggali dan memanfaatkan peluang pasar secara mandiri. (*/Rz).
