IPB University Lepas 3.679 Mahasiswa KKNT Inovasi, Siap Mengabdi di 450 Desa
IPB University melepas 3.679 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi dan KKNT Keamanan Pangan di Kampus IPB Dramaga, Sabtu (4/7).
Selama 40 hari, mulai 6 Juli hingga 14 Agustus 2026, para mahasiswa akan mengabdi di 42 kabupaten/kota di Indonesia. Mencakup 133 kecamatan dan 450 desa/kelurahan, dengan pendampingan 214 dosen pembimbing lapang serta 40 dosen koordinator wilayah.
Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LP2AI) IPB University, Dr Handian Purwawangsa, melaporkan bahwa KKNT Inovasi tahun ini mengusung tema “Pengembangan Berkelanjutan Masyarakat Agromaritim untuk Mencapai Socio-Resilience”. Tema ini mencerminkan komitmen IPB University dalam memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat melalui inovasi.
“Untuk memperkuat kemitraan internasional, IPB University juga menyelenggarakan KKNT Internasional dengan mengirimkan delapan tim ke Malaysia dan delapan tim ke Thailand,” imbuhnya.
Selain itu, terdapat 20 lokus KKNT Keamanan Pangan di Kabupaten Bogor yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan mitra strategis.
“Kami berharap seluruh mahasiswa dapat menjalankan pengabdian dengan baik, memberikan dampak positif bagi masyarakat, sekaligus memperoleh pengalaman berharga dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah,” ujar Dr Handian.
Pelaksana Harian (Plh) Rektor IPB University, Dr Heti Mulyati mengatakan bahwa KKN menambahkan, tema KKN tahun ini sangat relevan dengan berbagai tantangan global, seperti perubahan iklim, dinamika geopolitik, dan ketidakpastian pangan dunia. Karena itu, pembangunan ketahanan sosial harus dimulai dari desa melalui pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
Kepala BPOM RI, Prof Taruna Ikrar yang turut hadir dalam acara pelepasan, mengajak mahasiswa memanfaatkan KKN sebagai momentum untuk mengimplementasikan ilmu secara langsung kepada masyarakat.
“Ada tiga hal yang membuat saya bahagia saat mengikuti KKN. Pertama, bisa mengaplikasikan ilmu secara langsung kepada masyarakat. Kedua, saat itu kami sudah berada di tahap akhir perkuliahan sehingga semangat untuk mengabdi sangat besar. Ketiga, KKN menjadi kesempatan berharga untuk melaksanakan pengabdian secara langsung kepada masyarakat,” ungkapnya.
Prof Taruna menambahkan bahwa kolaborasi BPOM RI dan IPB University melalui KKN Tematik Keamanan Pangan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan yang aman.
Melalui KKNT Inovasi, IPB University berharap mahasiswa tidak hanya menghadirkan solusi bagi masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang memperkuat kompetensi, kepemimpinan, serta kepedulian sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. (AS)
