Guru Besar IPB University Hilirisasi Riset Kolagen Halal dari Kulit Ikan ke Masyarakat di Tegal

Guru Besar IPB University Hilirisasi Riset Kolagen Halal dari Kulit Ikan ke Masyarakat di Tegal

guru-besar-ipb-university-hilirisasi-riset-kolagen-halal-dari-kulit-ikan-ke-masyarakat-di-tegal.jpg
Pengabdian Masyarakat / Riset dan Kepakaran

Sejumlah guru besar IPB University menyelenggarakan Workshop Kolagen Gelatin Halal dari Kulit Ikan di Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Tegal, Rabu (1/7). 

Kegiatan dilakukan sebagai upaya mentransformasikan hasil penelitian menjadi inovasi yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. Lewat program Bestari Saintek, kegiatan ini sebagai wujud penguatan hilirisasi riset melalui kolaborasi lintas sektor.

Kegiatan ini dipimpin oleh Prof Mala Nurilmala, dengan anggota tim Prof Khaswar Syamsu, Prof Nancy Dewi Yuliana, dan Prof Y Aris Purwanto. Mereka mengembangkan inovasi pemanfaatan kulit ikan menjadi hydrolyzed collagen atau gelatin halal bernilai tambah tinggi sebagai bagian dari penguatan bioekonomi sirkular dan hilirisasi hasil riset.

Ketua tim pelaksana, Prof Mala Nurilmala, yang juga ketua asosiasi Co-product akuatik Indonesia (InCoPro) menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan hasil samping perikanan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa kulit ikan bukan lagi dipandang sebagai limbah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi berupa hydrolyzed collagen atau gelatin halal. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan industri berbasis bioekonomi sirkular,” ujarnya.

Prof Khaswar yang juga Kepala Pusat Sains Halal IPB University menambahkan,  kolagen/gelatin selama ini mayoritas dari babi. Oleh karena itu, ia menilai pentingya mengembangkan teknologi proses yang tepat. 

“Kolagen dan gelatin ini sangat luas pemanfaatannya untuk industri pangan, kosmetik, dan farmasi,” kata Prof Nancy dan Prof Aris menambahkan.

Workshop dihadiri oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal H Amiruddin, Lc; perwakilan Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pertanian (DKPP) Kota Tegal; Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tegalsari Kurnia Adi, SPi; serta Kepala dan Wakil SUPM Tegal Henry Iskandar, APi, MSi dan Widiyanto, SPi, MSi; para pengajar SUPM, dan perwakilan industri PT Geltech Prima Indonesia.

Tidak hanya menyampaikan materi, para profesor IPB University ini juga mengajak peserta melakukan praktik secara langsung di laboratorium pengolahan SUPM Tegal. Peserta yang merupakan para pelaku usaha pengolahan ikan dari Kota Tegal, diperkenalkan pada tahapan pengolahan kulit ikan, mulai dari penyiapan bahan baku untuk proses produksi, hingga pengenalan karakteristik produk gelatin.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik dan diskusi. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait peluang usaha, standar mutu produk, hingga potensi pengembangan produk turunan yang dapat dipasarkan.

Melalui pendekatan praktik langsung, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya penerapan teknologi pengolahan yang tepat agar menghasilkan produk berkualitas dan memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan menjual kulit ikan sebagai limbah atau bahan mentah.

Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara IPB University, SUPM Tegal, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam mendukung pengembangan industri pengolahan hasil perikanan yang inovatif dan berkelanjutan.

“Melalui program Bestari Saintek, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang dapat diimplementasikan oleh masyarakat dan dunia usaha sehingga hasil-hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan daya saing sektor perikanan nasional,” harap Prof Mala. (*/Rz)