Guru Besar IPB University Bagikan Cara Mengolah Daging Kerbau agar Empuk dan Tidak Bau

Guru Besar IPB University Bagikan Cara Mengolah Daging Kerbau agar Empuk dan Tidak Bau

guru-besar-ipb-university-bagikan-cara-mengolah-daging-kerbau-agar-empuk-dan-tidak-bau.jpg
Ilustrasi: Magnific.com
Berita / Riset dan Kepakaran

Daging kerbau masih menjadi pilihan masyarakat untuk hewan kurban di sejumlah daerah di Indonesia. Selain harganya relatif lebih terjangkau dibanding sapi, daging kerbau juga memiliki kandungan protein yang baik. Namun, banyak orang menganggap daging kerbau lebih keras dan sulit diolah.

Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Irma Isnafia Arief menjelaskan, daging kerbau sebenarnya dapat diolah menjadi hidangan yang empuk dan lezat apabila menggunakan teknik yang tepat.

“Daging kerbau memiliki tekstur lebih keras dibandingkan daging sapi, sehingga memerlukan perlakuan khusus agar hasilnya empuk dan enak disantap,” ujarnya.

Salah satu langkah penting adalah memotong daging melintang serat. Menurut Prof Irma, teknik ini membantu proses pemasakan dan membuat tekstur daging lebih lembut saat dikonsumsi.

Bahan Alami dan Teknik Memasak
Prof Irma juga menyarankan pemanfaatan bahan alami seperti daun pepaya dan nanas untuk membantu melunakkan daging. Kedua bahan tersebut mengandung enzim yang efektif melembutkan serat daging.

“Cukup bungkus daging dalam daun pepaya selama 10 menit atau aduk dengan irisan nanas selama 5–10 menit. Tapi jangan terlalu lama, agar daging tidak hancur,” jelasnya.

Selain itu, perendaman menggunakan bumbu seperti jahe, serai, daun jeruk, dan air jeruk nipis dapat membantu mengurangi aroma khas daging kerbau sekaligus meningkatkan cita rasa.

Ia menilai masih banyak masyarakat yang keliru saat memasak daging kerbau, misalnya menggunakan api besar. “Ini justru membuat daging cepat kering dan keras,” katanya.

Karena itu, Prof Irma merekomendasikan metode memasak perlahan (slow cooking) menggunakan api kecil atau panci presto. Teknik sederhana seperti memukul daging sebelum dimasak juga dinilai efektif membantu memperbaiki tekstur daging.

Menurut Prof Irma, popularitas daging kerbau masih kalah dibandingkan daging sapi karena banyak masyarakat belum memahami cara pengolahannya. Selain itu, rasa khas daging kerbau dan distribusinya yang belum merata turut memengaruhi minat konsumsi masyarakat.

“Jika tahu cara mengolahnya, daging kerbau bisa jadi alternatif sumber protein hewani yang lezat, sehat, dan ekonomis,” tuturnya. (Fj)