Kolaborasi IPB Training dan BBKK Tanjung Priok Tingkatkan Kapasitas Petugas Entomolog dan Sanitarian

Kolaborasi IPB Training dan BBKK Tanjung Priok Tingkatkan Kapasitas Petugas Entomolog dan Sanitarian

kolaborasi-ipb-training-dan-bbkk-tanjung-priok-tingkatkan-kapasitas-petugas-entomolog-dan-sanitarian.jpg
Berita

IPB Training bersama Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Tanjung Priok menyelenggarakan pelatihan bagi petugas entomolog dan sanitarian untuk memperkuat kompetensi dalam survei, pengendalian vektor penyakit, serta penanganan kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan di pelabuhan.

Kegiatan ini diikuti 26 peserta, terdiri dari 10 tim entomolog dan 16 tim sanitarian, dan berlangsung di Gedung Collaborative Research Center (CRC) IPB Taman Kencana, Kota Bogor. Pelatihan dirancang sebagai bagian dari penguatan kapasitas teknis sumber daya manusia di bidang kekarantinaan kesehatan.

Kepala BBKK Tanjung Priok, Dr Anak Agung Ngurah Kusumajaya menekankan pentingnya pelatihan ini dalam mendukung tugas operasional di lapangan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat serta harapan terhadap dampak pelatihan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim IPB Training dan para trainer atas terselenggaranya kegiatan ini. Besar harapan kami, pelatihan ini dapat memperkuat kapasitas tim BBKK dalam mengatasi berbagai permasalahan di lingkungan kerja, serta memberikan manfaat nyata bagi perlindungan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Di kelas entomolog, hadir para narasumber dari Unit Kajian Pengendalian Hama Pemukiman (UKPHP) Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University. Mereka adalah Prof drh Upik Kesumawati, Dr drh Susi Soviana, Dr drh Supriyono, dan Ir Indrosancoyo Adi W, MM.  Juga hadir narasumber dari Departemen Proteksi Tanaman IPB University, Dr Swastiko Priyambodo. Materi meliputi bioekologi dan teknik surveilans serangga, bioekologi tikus, hingga pengendalian vektor pada kapal dan bangunan. 

Selain itu, alumni IPB University, drh Novia Priyana, turut berkontribusi sebagai narasumber pada kelas sanitarian. Materi yang disampaikan mencakup dasar epidemiologi kejadian luar biasa (KLB), mikrobiologi pangan, serta praktikum teknik sampling, penyimpanan, transportasi, inspeksi, dan observasi. 

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan kesehatan masyarakat di masa depan. (*/Rz)