SBRC IPB University dan Perguruan Tinggi dari 9 Negara Bahas Peningkatan Riset Bioenergi dan Biomassa Global

SBRC IPB University dan Perguruan Tinggi dari 9 Negara Bahas Peningkatan Riset Bioenergi dan Biomassa Global

sbrc-ipb-university-dan-perguruan-tinggi-dari-9-negara-bahas-peningkatan-riset-bioenergi-dan-biomassa-global-news
Berita

Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi (SBRC) IPB University bersama perguruan tinggi dari 9 negara membahas peningkatan riset bioenergi dan biomassa global dalam The 8th International Conference on Biomass and Bioenergy (ICBB). Acara seminar internasional tersebut dilaksanakan secara hybrid selama dua hari (7-8/8) di IPB International Convention Center (IICC), Bogor. Peserta konferensi berasal dari berbagai negara seperti Indonesia, Filipina, Malaysia, Jepang, Polandia, Belanda, Amerika Serikat, Australia dan Republik Ceko.

Prof Ernan Rustiadi, Wakil Rektor IPB University bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan Agromaritim menyampaikan bahwa IPB University telah banyak mengembangkan riset biomassa dan bioenergi, salah satunya melalui SBRC. Penelitian IPB University dalam bidang bioenergi termasuk tiga besar terbanyak selain pangan dan kesehatan. Bukan hanya darat, riset bioenergi dari laut juga sudah banyak dilakukan IPB University.

Menurut dia, pengembangan bioenergi harus dilakukan sejak hulu hingga hilir. Dari hulu, bagaimana yang dahulu pertanian itu dominan sebagai penyedia pangan, sekarang mulai mengembangkan petani untuk bioenergi. Untuk itu, kata Prof Ernan, perlu penguatan peluang usaha di pedesaan bagi mereka yang ingin masuk di sektor energi. 

“Harus ada proporsi khusus untuk petani rakyat di bidang energi. Seperti yang telah dilakukan dalam perkebunan sawit di Indonesia, 45 persennya adalah sawit rakyat. Begitu pula dengan pertanian bioenergi,” ucapnya.

Diakui Dadan Kusdiana, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, IPB University telah banyak membantu pengembangan bioenergi pemerintah. “Bicara bioenergi, ujungnya adalah pertanian dan urusannya dengan rakyat. Jika bioenergi ini terus didorong, semua pihak akan mendapat manfaat dan dapat meningkatkan ekonomi rakyat,” ujar Dadan. 

Ia berharap kegiatan ini dapat mendukung peningkatan program biomassa dan bioenergi dalam negeri. Dadan menekankan pentingnya bioenergi sebagai strategi untuk mendorong Indonesia menuju proses dekarbonisasi dan penurunan emisi (zero emission) serta membantu juga peningkatan lapangan kerja.

Kepala SBRC IPB University, Dr Meika Syahbana Rusli menyampaikan, acara The 8th International Conference on Biomass and Bioenergy merupakan kerja sama dengan Hiroshima University Jepang, Villanova University Amerika Serikat, Kementerian ESDM, Ikatan Ahli Bioenergi Indonesia (IKABI) dan Asosiasi Biogas Indonesia.

Terkait dengan penguatan biomassa dan bioenergi dalam upaya mendukung zero emission, Dr Meika menambahkan, SBRC IPB University telah bekerja sama dengan PT PLN dalam pengembangan biomassa di tingkat masyarakat melalui model usaha rakyat bidang energi. 

“Selain itu, SBRC IPB University juga mengembangkan bio additive dalam upaya membantu mengoptimalkan penggunaan biodiesel. Kami juga mengembangkan teknologi untuk meningkatkan kembali produksi sisa minyak bumi yang tidak terangkat,” tukasnya.

Hadir menyampaikan sambutan adalah Arfie Thahar, Research and Development Division Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Dia menyampaikan bahwa perkebunan kelapa sawit banyak memberikan dukungan positif untuk tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGS), perekonomian penanggulangan kemiskinan, energi terbarukan serta  mendorong penghapusan jejak karbon. (dh/Rz)