IPB University Targetkan 50 Persen Produk Inovasinya Bisa Diterima Pasar

IPB University Targetkan 50 Persen Produk Inovasinya Bisa Diterima Pasar

ipb-university-targetkan-50-persen-produk-inovasinya-bisa-diterima-pasar-news
Berita

Science Techno Park (STP) IPB University terus tingkatkan kemampuan tenant binaannya dengan menggelar Capacity Building for Tenant 2019 di Hotel Permata, Bogor (18/9). Acara yang mengambil tema Upgrade Your Capacity for Sustainability Business ini digelar untuk membantu tenant dalam menghadapi hambatan dalam mengembangkan usahanya seperti konsep dan cara mengitung valuasi bisnis, melakukan riset pasar dan konsumen dengan benar, mengelola keuangan dengan tertib, cara mengembangkan produk baru dan scalling up industry.

Hal ini disampaikan Kepala Sub Direktorat bidang Incubator Bisnis (Incubie) STP IPB University, Deva Primadia Almada. Menurutnya kegiatan ini adalah upaya menjalankan bisnis yang baik supaya berkelanjutan.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan inkubasi tenant Incubie STP IPB University tahun 2019 bekerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia tenant dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor bidang Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan, Prof. Erika B Laconi ketika membuka acara menyampaikan bahwa dari hasil inovasi yang dihasilkan IPB University, baru 40 persen yang sudah go to the market. “Saya ingin lebih banyak lagi produk-produk inovasi IPB University yang digulirkan ke masyarakat luas. Jika bisa, lebih dari 50 persen dari total produk inovasi,” ucapnya.

Selain itu Prof. Erika menyampaikan bahwa point penting yang harus dimiliki para pemilik tenant dalam Capacity Building  ini adalah kemampuan membuat  sistem. Jika sistem bagus semua akan terpenuhi. Dalam sistem ada  human, ada juga prosedur dan ada evaluasi.

“Selain itu hal penting lainnya adalah keberlanjutan ekosistem yang dibangun. Bangunlah ekosistem dan dijaga. Seorang pemimpin harus senantiasa membangun dan menjaga ekosistem. Tidak ada jarak antara pegawai dan direktur. Tanpa pegawai perusahaan tidak akan berjalan. Selain itu adalah kualitas dan profesionalitas. Upayakan agar kualitas dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Tahun depan IPB University akan bekerjasama dangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memperbaiki dan memproses ijin edar produk. Saat ini tidak banyak produk yang sudah tersertifikasi,” tambahnya.

Diharapkan ke depan akan ada pembinaan dan pelatihan dari BPOM untuk para tenant. Dengan kerjasama ini diharapkan produk tenant yang tersertifikasi akan bertambah banyak. “Kita bisa pastikan dari segi kualitas, produk binaan kita tidak kalah dengan produk lain,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini ada tiga tenant peserta program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), empat tenant Technology Business Incubation Center (TBIC), empat tenant program Sains Technopark, satu tenant Industri (PT Fits Mandiri) dan enam tenant inwall Leuwikopo dan Taman Kencana serta para pendamping tenant.

Peserta yang hadir diantaranya adalah peserta tenant  dari produk isotonic buah dan sayuran, snack ikan pepetek, masker buah sayuran, pakan ternak sapi perah dan pedaging, tenant produk jasa,  minuman kopi, kosmetik berbahan baku lumput laut, tanaman hias, udang vaname, selai buah naga, pasta bebas gluten,  bandeng tanpa duri, dan minuman olahan mengkudu. (dh/Zul)