Mahasiswa IPB University Selidiki Merosotnya Produksi Cengkeh di Paninggaran

Mahasiswa IPB University Selidiki Merosotnya Produksi Cengkeh di Paninggaran

mahasiswa-ipb-university-selidiki-merosotnya-produksi-cengkeh-di-paninggaran-news
Berita

Mahasiswa IPB University yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 2019 melakukan survei terhadap kondisi perkebunan cengkeh di Kecamatan Paninggaran. Hasil survei mereka paparkan dalam Lokakarya dan Diskusi Kritis Persoalan Cengkeh Paninggaran di Aula Kantor Dinas Pemerintah Kecamatan Paninggaran, (24/7). Cengkeh yang dahulu menjadi andalan perekonomian masyarakat kini terserang penyakit mati meranggas yang masih misterius penyebabnya.

“Berdasarkan hasil survei, sebanyak 98 persen tanaman cengkeh di Kecamatan Paninggaran terserang penyakit mati meranggas yang ditandai dengan gejala daun rontok dan meranggas, kematian ranting dan adanya kanker yang muncul pada batang dan ranting tanaman. Persoalan tanaman cengkeh di Kecamatan Paninggaran ini sangat kompleks. Oleh sebab itu diperlukan upaya yang terstruktur, sistematis dan masif dengan melibatkan berbagai pihak untuk mengembalikan kejayaan cengkeh di Paninggaran,” tutur Bayu Aji Krisandi, mahasiswa IPB University.

Berdasarkan paparan pelaksana Camat Paninggaran, Drs. M. Edy Yuliantono MM, cengkeh menjadi simbol kejayaan masyarakat Paninggaran. Tetapi beberapa tahun terakhir mengalami kemunduran yang drastis. Rata-rata per tahun kerugian yang ditanggung petani mencapai tiga milyar rupiah. 

“Kami kehilangan sekitar tiga milyar rupiah per tahun. Diskusi ini tentu menjadi suatu cara yang sangat patut diapresiasi. Semoga dengan adanya diskusi yang dihadiri seluruh tokoh-tokoh yang terlibat dalam persoalan cengkeh ini dapat menghasilkan solusi yang terbaik, mengembalikan kejayaan cengkeh seperti dahulu kala. Semoga mahasiswa IPB University kali ini seperti malaikat penyelamat bagi kami,” ungkap Drs Edy. 

Sementara itu, menurut Yarkoni, pemerhati tanaman cengkeh, masalah cengkeh di Paninggaran ini bermula sejak adanya pabrik penyulingan daun cengkeh di Paninggaran. Adanya pabrik tersebut mendorong petani untuk mengambil daun cengkeh yang rontok di area pertanaman cengkeh untuk dijual kepada pabrik penyulingan daun. Daun cengkeh yang rontok tersebut pada dasarnya akan terurai ke dalam tanah sehingga menjadi pupuk dan akan menyuplai nutrisi untuk tanaman. Sehingga ketika daun yang rontok tersebut diambili maka perlu diganti dengan melakukan pemupukan secara rutin untuk mengganti nutrisi dari daun yang rontok tersebut.

Dari diskusi ini disimpulkan bahwa ada langkah-langkah yang harus ditindaklanjuti lebih dalam. Seperti pendataan petani cengkeh, inisiasi pembentukan paguyuban petani cengkeh, upaya untuk eradikasi massal pohon cengkeh yang sudah mati dan penyadartahuan kepada para petani tentang budidaya tanaman, kompos, dan hama penyakit cengkeh.(SMH/Zul)