Perdana, Wisuda IPB oleh Rektor Baru
Pada Wisuda Tahap IV Tahun Akademik 2017/2018 ini menjadi sangat istimewa, karena Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Arif Satria, untuk pertama kalinya mewisuda para lulusan setelah dilantik sebagai rektor periode 2017-2022 pada tanggal 15 Desember 2017 lalu. Acara wisuda digelar di Graha Widya Wisuda Kampus IPB Dramaga, Bogor (17/1).
Pada wisuda kali ini IPB menyerahkan ijazah kepada 750 orang lulusan, yang terdiri dari 21 orang lulusan bergelar Doktor, 191 orang lulusan bergelar Magister Sains, 21 orang lulusan bergelar Magister Manajemen, 3 orang lulusan bergelar Magister Profesional, dan 513 orang lulusan bergelar Sarjana.
Atas nama seluruh sivitas akademika IPB, rektor menyampaikan selamat kepada para lulusan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Dikatakannya, kontribusi dan peran IPB di masa depan akan lebih dituntut dalam pemberdayaan dan pengayaan masyarakat/bangsa Indonesia (Social Enrichment), dengan tetap fokus pada pendidikan unggul berkualitas untuk semua, penelitian unggul dan terdepan, serta mampu menjadi solusi permasalahan bangsa.
“Upaya membawa masa depan ke dalam masa kini tersebut harus dijiwai dengan semangat memperkuat marwah perguruan tinggi sebagai pilar kekuatan integritas keilmuan dan moral serta pilar independensi untuk senantiasa menebar kebaikan dan terus memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Oleh karena itu, kampus tidak cukup hanya dengan memiliki kecerdasan teknokratik, tetapi juga kecerdasan intelektual dan kepekaan hati yang tinggi,sehingga senantiasa selalu peka terhadap problem yang dihadapi bangsa ini,” ujarnya.
Rektor menegaskan, IPB harus mengedepankan peran-peran terkini, di antaranya peran IPB dalam menghasilkan lulusan unggul adaptif terhadap perubahan yang mampu mendukung proses transformasi ekonomi yang lebih merata di era sharing economy, melalui tumbuhnya technopreneur dengan start-up bisnis serta socio-preneur dalam pengembangan masyarakat melalui inovasi-inovasi yang dihasilkan. IPB adalah ladang persemaian yang subur bagi calon-calon pemimpin bangsa.
“Salah satu hal baru yang akan kita lakukan pada tahun 2018 ini adalah membuka jalur baru seleksi masuk IPB, yaitu jalur Ketua OSIS atau jalur talenta kepemimpinan. Pada tahun 2018 ini IPB akan mengundang para Ketua OSIS dari SMA terbaik di Indonesia untuk melanjutkan studi di IPB. IPB akan mengasah potensi mereka untuk kita jadikan calon-calon pemimpin bangsa, baik di bidang technopreneur, teknokrat, sociopreneur, maupun di bidang lainnya,” tandasnya.
Rektor menambahkan, pada tahun 2018 ini pula IPB akan membuka kelas internasional sebagai bentuk komitmen kita untuk makin mendunia. Tentu jalur-jalur regular seperti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) serta jalur mandiri lainnya tetap kita selenggarakan dengan terus berorientasi pada peningkatan kualitas calon mahasiswa. “Karena itu, saya berharap bahwa para wisudawan semua dapat menjadi duta-duta IPB untuk mempromosikan IPB. Mengajak sahabat dan kerabat mendaftar menjadi calon mahasiswa IPB, serta mengajak para Ketua OSIS untuk bergabung ke IPB,” imbuhnya.
Peran IPB lainnya adalah dalam pengembangan keilmuan terkini (frontiers) harus menjadi bagian dari solusi atas segala persoalan riil di masyarakat serta menjadi rujukan utama dalam bidang pertanian, kelautan dan biosains tropika baik nasional maupun global. Keilmuan terkini seperti data sciences makin berkembang. Insya Allah pada tahun 2018 ini akan segera berdiri Center for Sustainability Science dan Halal Center.
Selanjutnya, peran riset IPB, diarahkan untuk menghasilkan inovasi konkrit dalam menggerakkan ekonomi rakyat di sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan kelautan maupun memperkuat industri nasional. IPB akan selalu hadir di tengah petani, nelayan, peternak, masyarakat sekitar hutan untuk memperkuat kedaulatan pangan, energi, maritim, dan lingkungan.
Terakhir atau peran keempat IPB adalah dalam penentuan arah kebijakan pembangunan nasional harus diisi dengan semangat keberpihakan kepada petani, peternak, nelayan dan masyarakat sekitar hutan.
Rektor menjelaskan, IPB dalam sepuluh tahun berturut-turut (2008-2017), menjadi kontributor terbesar inovasi dalam Daftar Inovasi Paling Prospektif Indonesia yang diterbitkan oleh Business Innovation Center (BIC) Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi / Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) / Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, yaitu 407 inovasi atau 38,9 persen dari total 1.045 inovasi Indonesia. Pada usianya yang ke-54 ini, IPB telah mengukir berbagai prestasi membanggakan, IPB menjadi salah satu dari 100 Perguruan Tinggi terbaik di dunia versi QS World University Ranking by Subject yaitu Agriculture and Forestry. Pada tanggal 17 Agustus 2017, IPB mencapai peringkat ke-3 setelah UGM dan ITB dalam klusterisasi PTN Indonesia yang diadakan oleh Kemenristekdikti RI. IPB juga mendapat Anugerah Widyapadhi peringkat 1 nasional dari Kemenristekdikti RI sebagai penghargaan atas upaya IPB untuk mengembangkan inovasi dan komersialisasi inovasi.
“Hal yang menggembirakan juga, peringkat IPB di Asia berdasarkan Asia University Ranking (AUR) meningkat tajam dari peringkat 191 pada tahun lalu menjadi peringkat 147 pada tahun ini. Selain itu, akreditasi IPB berdasarkan BAN-PT telah mendapatkan nilai akhir yaitu 376 dengan Akreditasi A, nilai ini merupakan capaian terbaik yang diraih oleh IPB,” kata rektor.
Rektor berharap para lulusan dapat bekerja di tengah-tengah masyarakat untuk mendapatkan masa depan yang gemilang. Untuk para alumni IPB dapat terus meningkatkan dan mengembangkan kerja sama yang telah ada untuk kemajuan almamater. Sampai dengan wisuda pada tahap ini, IPB telah memiliki 149.643 orang alumni.(Awl)
