Ahli Matematika IPB Kendalikan Virus Hepatitis dengan Rumus

Ahli Matematika IPB Kendalikan Virus Hepatitis dengan Rumus

ahli-matematika-ipb-kendalikan-virus-hepatitis-dengan-rumus-news
Berita

Hepatitis merupakan penyakit peradangan yang terjadi pada liver atau hati yang disebabkan oleh beberapa jenis virus yang menyerang. Sampai saat ini diketahui bahwa hepatitis terdiri atas hepatitis A, B, C, D, E, F dan G. Hepatitis B menempati urutan pertama atas segi jumlah yang terinfeksi dan penyebaran virusnya. Penyakit ini adalah masalah kesehatan global utama.

Hepatitis B adalah infeksi hati yang berpotensi mengancam jiwa yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Hal ini dapat menyebabkan penyakit hati kronis dan infeksi kronis serta menempatkan orang pada risiko tinggi kematian dari sirosis hati dan kanker hati. Menurut WHO, lebih dari 240 juta orang mengalami infeksi kronis (jangka panjang) hati dan lebih dari 780 ribu orang meninggal setiap tahun karena konsekuensi akut atau kronis hepatitis B. Sehingga perlu dipelajari sistem dinamika virus hepatitis B (HBV) dengan melibatkan dua kontrol, yaitu vaksinasi dan pengobatan.

Hal inilah yang membuat peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan penelitian terkait pengendalian optimal penyebaran virus hepatitis B melalui vaksinasi dan pengobatan. Para peneliti ini berasal dari Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), yakni Ukhti Alizah Zekhlin, Toni Bakhtiar dan Ali Kusnanto.

Toni mengutarakan, infeksi hepatitis B terjadi hanya jika virus mampu memasuki aliran darah dan mencapai hati. Setelah di hati, virus mereproduksi dan melepaskan sejumlah besar virus baru ke dalam aliran darah. Infeksi ini memiliki dua kemungkinan fase, yaitu fase akut dan kronis. Infeksi hepatitis B akut berlangsung kurang dari enam bulan.

Toni mengatakan, sekitar dua-pertiga dari orang-orang dengan infeksi Virus Hepatitis B (VHB) kronis adalah pembawa kronis. Orang-orang ini tidak mengalami gejala, meskipun mereka merupakan pelabuhan virus dan dapat menularkan kepada orang lain. Sisanya, mengembangkan hepatitis aktif menjadi penyakit hati yang sangat serius.

Ia menambahkan, penelitian ini mempelajari tentang dinamika infeksi Virus Hepatitis B (VHB) di bawah administrasi vaksinasi dan pengobatan, di mana infeksi VHB ditularkan dengan dua cara melalui transmisi vertikal dan transmisi horizontal. Beberapa simulasi numerik dari model juga diberikan untuk menggambarkan hasil dan untuk menemukan strategi yang optimal dalam mengendalikan infeksi VHB.

Hasil simulasi numerik menunjukkan bahwa kombinasi optimal vaksinasi dan pengobatan adalah cara yang paling efektif untuk mengendalikan infeksi virus hepatitis B.(AT/Zul)