Dokter Hewan Lulusan FKH IPB Berjumlah 6.130 orang

Dokter Hewan Lulusan FKH IPB Berjumlah 6.130 orang

dokter-hewan-lulusan-fkh-ipb-berjumlah-6-130-orang-news
Berita

Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali mengambil sumpah 47 orang dokter hewan baru, di Auditorium J Hutasoit, Kampus IPB Dramaga, Rabu (26/7). Dengan demikian, hingga saat ini FKH IPB telah meluluskan Program Profesi Dokter Hewan sebanyak 6.130 orang.

Dekan FKH IPB, Prof. Dr. Srihadi Agung Priyono mengatakan, lulusan dokter hewan saat ini sangat tinggi permintaannya. “Terlihat dari lulusan saat ini sudah tidak lagi ada jeda masa tunggu tiga bulan, belum diwisuda pun lulusan dokter hewan  tidak sedikit yang sudah bekerja. Dari 47 lulusan, sekira 30-an orang telah bekerja. 20 orang diantaranya bekerja di sektor perunggasan, beberapa orang menjadi PNS,” ujarnya.

Menghadapi ujian nasional kompetensi dokter hewan, Prof. Srihadi berharap dokter hewan  lulusan IPB dapat lulus dengan nilai yang baik. Dikatakannya, bekal yang diterima para dokter hewan baru sudah mencukupi dan softskill yang telah diasah.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof. Dr. Yonny Koesmaryono menyampaikan tantangan yang harus siap dihadapi oleh para dokter hewan, terutama pada bidang kesehatan masyarakat veteriner. Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk akan berdampak juga pada peningkatan jumlah konsumsi, termasuk konsumsi protein dari hewan. Selain itu, kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pengalihfungsian lahan, limbah rumah tangga dan industri, serta bencana alam juga menjadi faktor kerentanan munculnya penyakit.

Prof. Yonny mengatakan, saat ini dunia sedang mengalami peningkatan ancaman penyakit menular baru atau dikenal denganemerging infectious diseases (EID) dimana 70 persen bersifat zoonosis atau menular dari hewan ke manusia. Wabah dari EID akan menimbulkan dampak multiaspek serta banyak korban jiwa akibat ketidaksiapan sistem untuk bersinergi. Untuk itu, organisasi kesehatan dunia atau WHO memperkenalkan konsep One Health, yang kemudian akan diadopsi bersama di Indonesia melalui Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI. Konsep One Health pada dasarnya adalah strategi di seluruh dunia untuk memperluas kolaborasi interdisipliner dan komunikasi dalam semua aspek pelayanan kesehatan bagi manusia, hewan dan lingkungan. Ini adalah peluang besar bagi para dokter hewan baru dan masyarakat veteriner Indonesia secara umum.

Prof. Yonny mengimbau para dokter hewan harus mampu menunjukkan perannya dalam penyediaan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH), serta mampu mengantisipasi berbagai penyakit hewan yang mungkin dapat menurunkan produksi maupun reproduksi ternak, dan penyakit-penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia (zoonosis). Para dokter hewan juga harus mampu memberikan pelayanan kesehatan hewan klinik, pencegahan penyakit serta penyediaan obat-obatan medis. Peran dokter hewan yang juga penting adalah melakukan berbagai upaya perlindungan kesehatan masyarakat, terutama pengawasan terhadap produk hewan yang akan dipasarkan.(dh)