Ketahanan Pangan Melalui Pemberdayaan Hewan Ternak Lokal

Ketahanan Pangan Melalui Pemberdayaan Hewan Ternak Lokal

Berita

Program  ketahanan pangan berbasis lokal yang dicanangkan pemerintah tidak hanya terbatas pada tanaman saja, namun juga hewan. “Program ketahanan pangan berbasis lokal untuk  kesejahteraan masyarakat daerah  tidak hanya terbatas pada tanaman namun juga hewan, termasuk agroindustri daerah juga berbasis lokal. Hal ini karena Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia beriklim tropis berbentuk kepulauan. Sifat sumber daya alamnya sangat spesifik. Kita juga mempunyai keanekaragaman alam yang  sangat kaya, “ ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pertanian, Dr.Haryono dalam acara The Second International Seminar on Animal Industry (ISAI)  2012 bertajuk “Empowering Local Recources for Sustainable Animal Production in Adapting to Climate Change”, pada 5-6 Juli di Jakarta Convention Center.

Menurut Dr.Haryono, seperti padi yang sangat spesifik lokasi, setiap daerah di Indonesia mempunyai varietas padi tertentu. Misalnya ada padi Kudus, ada padi pera asal Kalimantan Selatan atau Sumatera Barat  dan yang paling terkenal adalah padi Ciherang. “Begitu pula sumber daya hewan di setiap wilayah Indonesia seperti jenis sapi, domba, unggas, kelinci dan sebagainya. Kita punya lokalita yang luar biasa. Oleh karena itu menggali potensi lokal sangat penting. Selain itu kita juga perlu menguatkan kerjasama internasional, di samping meningkatkan jaringan antara riset dengan industri. Jaringan ini penting untuk sharing konsep, ide, operasional model dan pengalaman antara para peneliti maupun praktisi,”papar Dr.Haryono.

Ketua Pelaksana ISAI, Prof.Komang G.Wiryawan, Ph.D mengatakan kegiatan ini merupakan kesempatan besar bagi para peserta  untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang pengembangan lanjutan dari ilmu hewan dan teknologi di daerah lain di dunia terutama terkait dengan perubahan iklim terbaru yang dapat mengganggu sistem produksi hewan. “Dengan  bekerja sama dan berbagi informasi yang kita akan dapat mengatasi masalah dengan lebih baik, lebih cepat dan lebih komprehensif,” tandas Prof.Komang.

Kegiatan yang mengundang pembicara dari beberapa negara diantaranya Australia, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Afrika Selatan, Swedia, Swiss, Amerika Serikat ini menyajikan  131 makalah. “Hadir pula para presenter untuk mendukung makalah berasal dari beberapa negara yaitu Malaysia, Thailand, Turki, Iran, Irak dan Pakistan, serta dari 22 universitas dan lembaga penelitian di Indonesia,” ungkap Dekan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr.Luki Abdullah.
 
Seminar ISAI 2012  ini diselenggarakan oleh  Fakultas Peternakan IPB bekerja sama dengan Animal Scientist’s Association of  Indonesia, Indolivestock Expo and Forum, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi , Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, dan  Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian. (ris)