Ribuan Mahasiswa IPB Kembali Turun Desa

Ribuan Mahasiswa IPB Kembali Turun Desa

Berita

Rektor IPB Prof.Dr. Herry Suhardiyanto melepas ribuan mahasiswa dalam program “Mahasiswa Turun Desa”, Minggu (20/11) di lapangan Rektorat Kampus IPB Dramaga Bogor. Kegiatan ini juga sekaligus menutup rangkaian Dies Natalis ke-48 IPB.

Rektor dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini mengingatkan kembali pada kiprah mahasiswa IPB di tahun 1960-an. Dimana saat itu, kepedulian mahasiswa IPB terhadap pembangunan pedesaan telah melahirkan konsep Bimas atau Bimbingan Massal yang kemudian diadop oleh pemerintah dan sukses membawa Indonesia pada swasembada beras.

“Hari ini mahasiswa IPB kembali menunjukkan kepedulian untuk turun ke desa, tanpa terikat oleh Satuan Kredit Semester (SKS) atau kurikulum. Tetapi betul-betul karena mencintai rakyat, pedesaan dan pertanian. Jalinlah persahabatan dengan masyarakat desa, cintai mereka. Semoga kalian menjadi bagian solusi dari permasalahan yang membelit bangsa ini,” papar Rektor di hadapan para peserta yang penuh semangat.

Kepala Sub Direktorat Minat, Bakat dan Penalaran, Direktorat Kemahasiswaan IPB, Bambang Riyanto, S.Pi, M.Si., yang juga panitia penyelenggara “Mahasiswa Turun Desa” menerangkan, para mahasiswa yang ikut dalam program ini berasal dari puluhan lembaga organisasi mahasiswa. Lembaga mahasiswa tersebut adalah Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB, BEM Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), BEM Fakultas Peternakan (Fapet), BEM Fakultas Kehutanan (Fahutan), Program Diploma, dan 35 Himpunan Profesi (Himpro) dari berbagai departemen/jurusan yang ada di IPB.

Ribuan mahasiswa tersebut  turun ke desa yang ada di lingkar kampus IPB Dramaga, Taman Sari, Leuwiliang, Ciamis dan Pelabuhan Ratu. Bambang Riyanto mengatakan, jumlah mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini melebihi target yang ditetapkan, yakni seribu mahasiswa. Sementara masyarakat yang terlibat  mencapai lima ribu orang, terdiri dari kelompok tani, posyandu, kader PKK, siswa SMA, SMP dan SD.

Tampak hadir dalam pelepasan kegiatan ini diantaranya Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB Prof.Dr. Yonny Koesmaryono, Sekretaris Eksekutif IPB Dr. Bonny P W Soekarno, Kepala Pusat Pengembangan Sumberdaya Mahasiswa (P2SDM) LPPM IPB Dr. Pudji Muljono, dan Presiden Mahasiswa BEM KM IPB Reza Pahlevi.

Sesaat setelah dilepas secara resmi, para peserta langsung bersiap menuju desa tujuan masing-masing. Tak hanya mahasiswa, Rektor pun turut serta turun ke desa.

Kampung Sengked di Desa Babakan yang merupakan tetangga kampus, menjadi desa pertama yang dikunjungi Rektor. Di sini, Rektor tak segan masuk ke gang-gang kecil untuk dapat berjumpa dengan warga. Untuk selanjutnya meninjau lokasi Bank Sampah yang merupakan program unggulan di kampung ini.

Setelah itu, Desa Cikarawang menjadi tempat tujuan Rektor selanjutnya. Di desa yang mendapat prestasi sebagai peringkat II tingkat nasional dalam bidang Lomba Kesatuan Gerak (Kesrak) PKK dan KB ini, Rektor langsung melihat kegiatan para mahasiswa peserta ”Turun Desa” yang memberikan penyuluhan kepada warga mengenai pertanian dalam arti luas.

Dalam peninjauan langsung ke dua desa ini, Rektor menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah peduli pada masyarakat. “Bagus, dan tentunya IPB sangat mendukung dengan apa yang telah dilakukan para mahasiswa di desa,” pungkas Rektor yang didampingi SE IPB Dr Bonny.

Sementara di desa lain, sejumlah program yang sama menariknya ditawarkan para mahasiswa ini. Di Desa Cibanteng Kecamatan Ciampea misalnya, para mahasiswa mengusung program dengan tema “Produksi Buah Tropis Lokal di Pekarangan”, di Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi mahasiswa mengenalkan “Teknologi Modifikasi Kap Lampu dan Alat Potensiometer untuk Peningkatan Penangkapan Ikan pada Bagan”.

Di Desa Petir Kecamatan Dramaga, para mahasiswa mengajak siswa SD untuk mengenal iklim dan lingkungan hidup. Di desa ini pula, program “Membangun Kader Kehutanan” digagas mahasiswa. (nm)