IMD Menurunkan Kematian Bayi Hingga 22 persen

IMD Menurunkan Kematian Bayi Hingga 22 persen

Berita

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dapat menurunkan kematian bayi hingga 22 persen. Demikian ungkap Ketua Sentra Laktasi Indonesia, dr.Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC, FABM dalam Seminar Golden Standar of Infant Feeding, Selasa (21/12) di Kampus IPB Darmaga. “Selama ini kita telah melakukan kesalahan dalam memperlakukan bayi yang baru lahir. Bayi ketika lahir langsung dibersihkan, dimandikan dan dipisahkan dengan ibunya. Padahal seharusnya dilakukan IMD pada bayi lahir. Yaitu bayi cukup dibersihkan dan dipotong ari-arinya lalu diletakkan di atas tubuh ibunya setidaknya 1 jam. Selanjutnya bayi akan merangkak menuju puting untuk menyusui,” papar dr.Utami.

Keuntungan dari IMD ini diantaranya dada ibu menghangatkan bayi dengan tepat, meningkatkan oksitosin ibu dan bayi sehingga merasa lebih tenang, memindahkan bakteri baik dari kulit ibu ke kulitnya, saat menjilat kulit ibu sama dengan menelan bakteri baik dan berkoloni di usus bayi, jalinan kasih sayang ibu-bayi-ayah lebih baik sebab bayi siaga 1-2 jam, mendapat kolustrum yang kaya antibodi, dan lebih berhasil menyusui  eksklusif serta  lebih lama disusui. Selain itu sentuhan, emutan, jilatan pada puting merangsang pengeluaran hormon oksitosin penting untuk kontraksi rahim membantu mengurangi pendarahan, membuat ibu tenang rileks, mencintai bayinya, meningkatkan ambang nyeri, lebih bahagia serta merangsang pengaliran ASI.

“Dalam IMD ayah dapat mengadzan dan mendoakan anaknya di dada ibunya dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu,” ujar dr.Utami. Dampak jangka panjang menyusui ASI dapat meningkatkan kesehatan mental anak dan remaja. Semakin lama menyusui semakin kurang kelainan mental anak dan remaja.

Menurut dr. Utami mengatakan keberhasilan menyusui seorang ibu juga dipengaruhi ayah si bayi. Penelitian pada 115 ibu yang tahu tentang ASI dan menyusui,  keberhasilan menyusui pada kelompok yang ayah tak mengerti ASI 26,9 persen dan 98,1 persen kelompok ayah yang tahu ASI. Ini menunjukkan peran ayah dalam keberhasilan menyusui sangat besar, sehingga Michigan States University merekomendasikan pendidikan ASI bagi ayah dan  keluarga di ANTE NATAL CARE. (ris)