Inilah Mutiara dari Perpustakaan IPB
Pada hari Rabu tanggal 20 Oktober 2010 merupakan hari yang mendebarkan bagi seorang staf Perpustakaan IPB, karena hari tersebut merupakan waktu pengumuman hasil Lomba Penulisan Artikel tentang Kepustakawanan Indonesia (LPAKI) 2010 di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan tolok ukur penulisan berupa artikel ilmiah populer. Berdasarkan penjelasan Ketua Dewan Juri bahwa artikel yang masuk ke panitia LPAKI 2010 sebanyak 125 artikel, namun hanya 121 artikel yang memenuhi syarat untuk dilakukan penilaian.
Setelah dilakukan penilaian terhadap artikel, maka Dewan Juri menetapkan nama Ir. Subagyo S.Sos, MSi sebagai Juara III dengan jumlah nilai 380. Adapun judul artikel adalah “Peran Perpustakaan Umum Kab. Berau dalam Mewujudkan Perpustakaan Kampung”, dengan abstrak sebagai berikut :
Sejak tahun 2007, Perpustakaan Nasional RI telah memberikan bantuan buku dan bimbingan teknik (bimtek) kepada perpustakaan desa yang operasionalisasinya dilaksanakan oleh Badan Perpustakaan Provinsi. Selanjutnya sosialisasi atau penyuluhan dilakukan oleh Perpustakaan Umum Kabupaten Berau tentang arti penting membaca kepada masyarakat. Didorong atas kesadaran masyarakat akan kebutuhan membaca, maka Perpustakaan Umum Kabupaten telah berperan untuk memfasilitasi terwujudnya suatu perpustakaan. Oleh karena di wilayah Kabupaten Berau tidak mengenal desa, sehingga perpustakaan yang dibentuk adalah perpustakaan kampung. Perpustakaan kampung yang telah terwujud ada tiga yaitu Perpustakaan Kampung Merancang Ulu, Labanan Makarti dan Pegat Bukur. Pembentukan perpustakaan kampung ini tidak terlepas dari peran kerjasama dengan perusahaan tambang PT Berau Coal sebagai tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility-CSR), United traktor maupun Lembaga lain seperti LSM. Setelah wujud perpustakaan kampung terbentuk, maka terdapat delapan aspek perpustakaan (kelembagaan, koleksi, sarana & prasarana, SDM, manajemen, layanan,anggaran dan pemustaka) yang perlu diperhatikan agar keberadaan perpustakaan kampung terjadi keberlanjutan (sustainability).
Di samping itu, pada tahun 2009 dia juga melakukan telaah pengunjung dan sirkulasi buku tercetak di Perpustakaan Pusat IPB dengan menggunakan rekaman data tahun 2008. Adapun judul artikel adalah “Analisis pengunjung dan sirkulasi buku tercetak Studi kasus terhadap mahasiswa strata satu pada Perpustakaan Pusat Institut Pertanian Bogor”. Artikel ini telah dimuat dalam majalah VISI PUSTAKA Vol. 11 No. 1 April 2009, yang diterbitkan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Sebagai abstrak hasil analisis seperti berikut :
Kajian difokuskan pada mahasiswa strata satu Institut Pertanian Bogor (IPB) atas dukungan data backup yang dilakukan perpustakaan Pusat IPB. Kajian bertujuan untuk mengetahui kunjungan perpustakaan, sirkulasi buku dan keterkaitan keduanya. Metode yang digunakan “Job and activity analysis”, dimana metode ini merupakan grup metode deskriptif. Hasil kajian ditunjukkan pengunjung statis sebanyak 84,05 persen dengan frekuensi berkunjung sekitar 13 kali selama setahun. Mahasiswa Fakultas Peternakan dan Teknologi Pertanian menempati frekuensi tertinggi. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh kesibukan mahasiswa, kebutuhan informasi, isu tidak ada informasi, tugas dosen, sumber pengayaan dan kebutuhan diskusi. Peminjam statis diperoleh hasil sebanyak 43,65 persen, dan sebagai peminjam dinamis telah melakukan pinjam buku sekitar delapan kali. Total kelompok peminjam mempunyai kecenderungan semakin menurun jumlahnya dari frekuensi pinjam kategori sangat rendah ke tinggi. Faktor yang mungkin berperanan antara lain motivasi, waktu, gemar membaca, pengayaan pengetahuan. Satu judul buku banyak dipinjam oleh berbagai kelompok, dan mayoritas berbahasa Indonesia. Total buku dipinjam mahasiswa sekitar 28 persen dengan frekuensi fisik buku dipinjam mahasiswa tertinggi sebanyak 112 kali (pinjaman semalam) dan sebanyak 50 kali (pinjaman seminggu). Setiap individu mahasiswa meminjam buku sekitar dua judul, namun menurut kelompok fakultas setiap individu mahasiswa meminjam buku sekitar empat judul atau 16 eksemplar. Faktor yang mungkin berperanan adalah berat beban buku, belum selesai baca, malas ke perpustakaan, kealpaan, jadual acara padat. Pengunjung statis melakukan sirkulasi buku sebanyak 52,68 persen. Namun sebagai pengunjung dinamis, setiap mahasiswa tidak selalu meminjam buku dan hanya sekitar 33,23 persen pinjam buku.
Menjelang penyelesaian pendidikan Pascasarjana (S2) pada Program Studi Komunikasi Pembangunan dan Perdesaan di IPB, dia berhasil menyabet Juara III dalam Lomba Penulisan Artikel yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia tahun 2006 dengan tolok ukur penulisan artikel berupa Karya Ilmiah. Adapun judul artikel adalah “Pendidikan Jarak Jauh Perpustakaan Berbasis Web Guna Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia”, dengan abstrak sebagai berikut :
Lembaga-lembaga perpustakaan di Indonesia nampaknya belum banyak mengembangkan pendidikan jarak jauh perpustakaan berbasis web, bahkan dapat dikatakan tidak ada. Teknologi informasi telah tersedia, namun perlu penataan infrastruktur guna menunjang terselenggaranya proses komunikasi pembelajaran baik secara linier, relasional maupun konvergen. Dengan terciptanya modul pendidikan perpustakaan diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumberdaya manusia khususnya staf perpustakaan atau pengelola informasi. Demikian juga kreativitas para ahli perpustakaan dapat dituangkannya melalui sebuah karya tulisan berupa materi pembelajaran sebagai sarana berbagi pengetahuan. Suatu tantangan bagi lembaga maupun para pustakawan dalam menyongsong masa depan bangsa Indonesia menuju kehidupan yang lebih sejahtera melalui peningkatan pengetahuan.
Begitu juga pada tahun 2005, dia telah meraih Juara Harapan I dalam penulisan artikel yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, di mana tolok ukurnya berupa Karya Ilmiah. Adapun judul artikel adalah “Pemberdayaan Masyarakat Miskin Melalui Budaya Baca”, dengan abstrak sebagai berikut :
Kemiskinan tidak hanya dari aspek ekonomi saja, akan tetapi dapat juga dari aspek pemilikan akan informasi. Dalam kontek pemberdayaan masyarakat ini dibatasi pada aspek ekonomi yaitu pemberdayaan masyarakat miskin kota dan desa, dengan tujuan memberikan wawasan pengetahuan atau menumbuhkan budaya baca. Perpustakaan keliling diharapkan dapat menambah program kerjanya terhadap masyarakat miskin kota atau desa. Program kerja pemberdayaan masyarakat dapat tersendiri atau bersinergi atau bekerja sama dengan kelompok-kelompok masyarakat (NGO). Tentunya buku-buku praktis sangat diperlukan bagi masyarakat miskin kota atau desa. Sponsor juga diharapkan dalam kelancaran kegiatan pemberdayaan masyarakat ini, sehingga tujuan kesejahteraan bangsa dapat tercapai melalui budaya baca.
