Mahasiswa Terpilih Indonesia Mengikuti i-STEP di IPB

Mahasiswa Terpilih Indonesia Mengikuti i-STEP di IPB

Berita

Recognition and Mentoring Program – Institut Pertanian Bogor (RAMP-IPB), untuk kelima kalinya menyelenggarakan Pelatihan Intensive-Student Technopreneurship Program (i-STEP). Pelatihan yang mengambil tempat  di CICO Resort Cimahpar Bogor ini dimulai tanggal 26 Juli sampai dengan 9 Agustus 2010. Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Bisnis dan Komunikasi IPB, Dr. Arif Imam Suroso.
Pelatihan i-STEP tahun ini diikuti oleh 44 orang mahasiswa terpilih yang berasal 14 perguruan tinggi, yakni IPB, Institut Teknologi Sepuluh November, Politeknik Manufaktur Astra Jakarta, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Haluoleo, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Padjadjaran dan Universitas Pendidikan Indonesia.

Dalam program ini mahasiswa akan diberikan pelatihan yang terstruktur dan mendalam untuk membantu peserta mulai dari membangkitkan dan memformulasikan ide-ide, mengembangkan teknologi menjadi produk, memproteksi hasil temuan, membentuk bisnis, memasarkan, mengelola pembiayaan dan keuangan, serta memperluas dampaknya bagi masyarakat atau pasar.  
 
Program tersebut melibatkan berbagai pakar dan praktisi yang berpengalaman di bidangnya. Pada acara pembukaan, peserta langsung menggali pengalaman dari para technopreneur yang telah sukses, seperti Dr. Slamet Budijanto (Kepala F-Technopark Fakultas Teknologi Pertanian/Fateta IPB), Eddy Permadi (Pendiri Cihanjuang Inti Teknik), dan M. Baedowy, SE (Majestic Buana Group). Narasumber lainnya adalah peraih Program Mentoring RAMP Indonesia, seperti Prof.Dr. Ari Purbayanto (Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB) dan Niko Daniar Atmaja (Mahasiswa tingkat akhir Fateta IPB, alumni i-STEP 2008).

“Program ini merupakan stimulus, karena diselenggarakan hanya dua minggu. Ilmu pemasaran  dan finance misalnya, yang seharusnya masing-masing dipelajari selama tiga tahun, di sini hanya tiga jam. Karenanya, dengan stimulus ini diharapkan para peserta bisa terus mengembangkan diri. Menjadi seorang technopreneur membutuhkan proses yang panjang. Jadi jika setelah lulus kuliah mau bekerja terlebih dulu silahkan, tapi bekerja harus dengan cita-cita dan visi bahwa suatu saat harus menjadi technopreneur yang sukses,” papar Direktur RAMP-IPB, Dr. Aji Hermawan.
Sementara Dr. Arif Imam Suroso mengatakan, melalui i-STEP ini membantu memungkinkan para entrepreneur baru untuk melahirkan inovasi teknologi seperti google, microsoft dan sebagainya. “Ke depan diharapkan nama kalian terukir jadi entrepreneur. Perekonomian Indonesia bisa didorong dengan berdasarkan knowledge entrepreneur baru,” ujar Dr Arif di hadapan para peserta i-STEP.

Selanjutnya berbagai rangkaian program untuk mengasah kemampuan mahasiswa akan diberikan para technopreneur dan akademisi yang terkait, antara lain Prof. Agus W. Soehadi, Prof. Roy Sembel, Ir. Abdul Basith,MS., Dr. Radite P.A. Setiawan, Dr. Wawan Hermawan, Prof.Dr. E. Gumbira Said, dan Prof.Dr. Khaswar Syamsu. Technopreneur dan akademisi lainnya adalah Dr. Sapta Raharja, Dr. Budi Suhardjo, Dr. Elang Ilik Martawijaya, Parulian P. Aritonang, SH, LLM., Ir. Susilo Sarwono, Ir. Hariono, Ir. Rina Sulistyaning, Ir. Bambang Siswaji, Dr. Aji Hermawan, Dr. Ono Suparno, Ir. Andy Pradjaputra, dan Ir. Nana Suryana. (nm)