IPB Gelar Workshop Asesmen Mutu
Kantor Manajemen Mutu Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Workshop Asesmen Mutu Rabu (26/11) di Kampus IPB Darmaga. Acara ini dibuka Rektor IPB, Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc ."Dengan adanya otonomi, perguruan tinggi mendapatkan keleluasaan yang lebih untuk mengatut pemanfaatan sumberdaya yang dimilikinya sesuai visi dan misi perguruan tinggi bersangkutan," kata Rektor IPB. Konsekuensi ini melahirkan perlunya sistem untuk mensinergiskan segala sumberdaya yang ada, sehingga akan meningkatkan derajat penyatuan seumberdaya pada tingkat internal untuk mengoptimalkan pemanfaatannya.
"Institusi berkomitmen melakukan perbaikan sistem penjaminan mutu diberbagai aspek," ujar Rektor IPB. Proses perubahan sistem manajemen mutu ini membutuhkan komitmen dan korbanan tak sedikit. Sebagai pendorong keberhasilan mutu, perlu adanya reward seperti insentif dan punishment berupa disinsentif.
Workshop ini menghadirkan narasumber antara lain : Kepala Kantor Manajemen Mutu, Dr. Ir. Agus Purwito, M.Sc,Agr, Sekretaris Satuan Penjamin Mutu Institut Teknologi Bandung Dr. Satria Bijaksana, Prof. Dr. Ir. M.A.Chozin, M.Agr, dan Prof. Dr. Ir. Sudirman Yahya, M.Sc.
Dr. Agus Purwito menjelaskan berbagai standar, indikator dan rangking perguruan tinggi Indonesia dikancah internasional. "Masing-masing perguruan tinggi mengalami fluktuasi rangking sesuai kemajuan yang dicapai. Bisa jadi IPB telah meraih suatu kemajuan positif, namun kecepatannya masih lebih rendah dari perguruan tinggi lain. Ini akan mempengaruhi posisi rangkingnya," ujar Dr.Agus.
Dr. Satria Bijaksana menceritakan pengalaman-pengalaman Satuan Penjaminan Mutu Institut Teknologi Bandung (SPM-ITB) dalam pelaksanaan penjaminan mutu di ITB serta membahas sasaran-sasaran mutu yang telah ditetapkan di ITB. Menurut Dr.Satria, pencapaian target atas sasaran yang ditetapkan sangat dipengaruhi oleh kemauan dan kreativitas unit yang bersangkutan.
Prof. Dr. Ir. Sitanala dalam presentasinya Evaluasi Diri menyampaikan pentingnya institusi untuk melakukan penjaminan mutu sehingga kemudian akan menjadi hal yang membudaya di kalangan kita.
Prof. Chozin menyampaikan penilaian portofolio institusi "Penilaian yang bersifat kualitatif sangat berbeda dengan penilaian bersifat kualitatif." Penilaian kualitatif merupakan proses yang bersifat jamak dan tidak tunggal. Hubungan antar berbagai komponen dilandasi kerangka acuan holistik ditandai konteks bermakna, tidak fragmentaris dan bukan korelasi statistik dari berbagai variabel independen. Penilaian kualitatif seperti ini dapat dilakukan melalui portofolio.
Prof.Dr.Ir. Sudirman Yahya, M.Sc sebagai pembicara terakhir dalam workshop ini menyampaikan dan membahas tentang tata cara pengisian boring.(ris)
