Selamat Datang 906 Mahasiswa SPs IPB
Sebanyak 906 mahasiswa baru dinyatakan diterima sebagai mahasiswa baru Sekolah Pascasarjana (SPs) IPB tahun akademik 2008/2009, dengan rincian 697 orang pada program S2 dan 209 orang pada program S3.
Hal tersebut dipaparkan Dekan SPs IPB, Prof. Dr.Ir. Khairil Anwar Notodiputro, MS., dihadapan mahasiswa baru Pascasarjana IPB saat Penjelasan Umum Mahasiswa Baru Pascasarjana IPB Tahun Akademik 2008/2009 (29/8) di Grawida Kampus IPB Darmaga, Bogor.
Dijelaskannya, mereka yang diterima ini tersebar di beberapa fakultas IPB yaitu Fakultas Pertanian, Kedokteran Hewan, Perikanan dan Ilmu Kelautan, Peternakan, Kehutanan, Teknologi Pertanian, Matematika dan Ilmu Pengertahuan Alam, Ekonomi dan Manajemen, Ekologi Manusia dan Program Multi Disiplin.
"Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, mahasiswa baru pascasarjana IPB Tahun Akademik 2008/2009 ini berasal dari berbagai instansi dan berbagai penjuru nusantara. Ucapan terima kasih dan penghargaaan kami sampaikan atas kepercayaan saudara-saudara yang telah memilih Sekolah Pascasarjana IPB sebagai tempat untuk menempuh pendidikan lanjut, mengembangkan kapasitas dan kapabilitas diri menuju masa depan yang berkualitas, "katanya.
Dalam sambutannya Dekan SPs yang saat itu didampingi Rektor IPB, Dr. Herry Suhardiyanto, M.Sc., mengatakan, pendidikan pascasarjana seyogyanya tidak hanya ditujukan untuk secara kuantitatif mengejar outcome statistik-statistik Indeks Pembangunan Manusia yang semu; karena hal ini hanya akan melahirkan "inflasi doktor" dan "inflasi magister".
"Sebaliknya kami meminta komitmen dan integritas saudara untuk bersama-sama menjadikan pendidikan pascasarjana lebih responsif dan antisipatif terhadap permasalahan-permasalahan bangsa. Dengan demikian tercapai output pendidikan pascasarjana dalam bentuk peningkatan Indeks Pembangunan Manusia dalam arti yang sesungguhnya," katanya.
Disamping itu juga Ia mengingatkan, dunia sekarang ini dihadapkan pada empat isu pokok yang menjadi ancaman serius yakni, krisis pangan, krisis energi, kemisikinan, dan krisis lingkungan global (degradasi sumberdaya alam dan pemanasan global).
"Masalah krisis pangan dan energi kini melanda seluruh negara di belahan dunia ini. Indonesia sebagai negara agraris dan negara yang kaya dengan sumberdaya energi menghadapi ancaman krisis pengan dan energi. Negara ini memiliki cadangan sumber energi alternatif. Tapi anehnya kita kerapkali mengalami antrian minyak tanah dan juga gas,"ujarnya.
Dikatakannya, peran institusi dunia pendidikan, khususnya pascasarjana, untuk menjawab 4 isu tersebut menjadi penting. Pendidikan pascasarjana dalam mencapai tujuan nasional sesuai dengan pembukaan UUD 1945 adalah: pertama menghasilkan guru (dosen) dan peneliti masa depan, peneliti independen yang akan meletakkan dasar bagi paradigma dan produk hari esok dan yang akan mendidik generasi dosen dan peneliti masa depan dan kedua pendidikan dalam teknologi, ekonomi dan perkembangan kebudayaan.
"Secara konstitusional hakikat pendidikan yakni 'mencerdaskan kehidupan bangsa', bukan mencerdaskan kehidupan individu atau kelompok tertentu. Esensi pendidikan tinggi khususnya pascasarjana merupakan epicentrum penemuan (invention), inovasi dan aplikasi sains (dalam arti luas ilmu pengetahuan, teknologi dan seni) dan penyumbang bagi tujuan nasional yang lebih luas," ujarnya.
Ia mengharapkan, kedepan di IPB adanya kebersamaan, baik dalam rangka akademik maupun wadah organisasi kemahasiswaan (WACANA), dapat menjadi entry point bagi perintisan dan pengembangan jejaring kerjasama antara institusi dengan IPB.
Sebelumnya pada 25-26/8 telah dilakukan registrasi mehasiswa baru SPs IPB Tahun Ajaran 2008/2009 bertempat di Grawida IPB. Pada kesempatan tersebut, selain dilakukan verifikasi terhadap dokumen, juga dilakukan tes kesehatan oleh Poliklinik IPB.(SPs-IPB/man)
