Enam Mahasiswa UPM Berkunjung Ke IPB

Enam Mahasiswa UPM Berkunjung Ke IPB

Berita

copy_of_dscn9817ccpSebanyak enam mahasiswa tamu dari Universiti Putera Malaysia (UPM) Fakultas Kedokteran Bogor berkunjung ke Institut Pertanian Bogor (IPB). Keenam mahasiswa tersebut diterima langsung Kepala Kantor Program Internasional Dr. Ma'mun Sarma, didampingi Dr. Clara N. Koesharto Kamis (21/6) di Ruang Sidang AJMP, Kampus IPB Darmaga. Empat mahasiswi dan dua mahasiswa ini bermaksud untuk melakukan studi banding bagaimana memanajemen penyakit tubokulosis (TBC) di Indonesia yaitu di RS Cisarua Bogor dan juga menyempatkan berkunjung ke Fakultas Kedokteran Hewan IPB.

"Kami merupakan first bacth dari UPM yang melakukan program studi banding mengenai penyakit TBC ke luar negeri, karena fakultas kedokteran UPM baru berdiri pada tahun 2003 lalu." ujar salah satu mahasiswi dari negeri Jiran mewakili teman-temannya. Calon-calon dokter ini sudah berada di Indonesia selama 3 minggu. Mereka merupakan peserta elective prosting, yaitu salah satu program dari UPM dimana mahasiswanya diminta untuk melakukan studi banding ke luar negeri selama 1 bulan. Selain Indonesia, beberapa negara yang jadi rujukan yaitu Hongkong, Australia, India dan Taiwan.

Dr. Ma'mun Sarma menyampaikan riwayat ilmu kedokteran antara Indonesia dan Malaysia itu sama karena kedekatan ras negara-negara yang masih satu rumpun. "Karena ada kedekatan ras antara Indonesia dan Malaysia, maka jenis penyakit yang ada dan cara penyembuhannya pun hampir sama," kata Ma'mun.

Usai diterima para pejabat IPB, para mahasiswa ini melanjutkan kunjungannya ke Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB dan juga Rumah Sakit Hewan (RSH- IPB). Walaupun mereka mempelajari ilmu-ilmu kedokteran manusia, namun ada kesamaan antara kedokteran umum dan kedokteran hewan. Hal ini terungkap dalam sambutan yang diberikan oleh Dosen Patologi, drh. Sri Estuningsih. "FKH IPB juga mempelajari ilmu kedokteran manusia, namun bukan untuk jenjang S1 melainkan untuk jenjang S2 dan S3," tambah Estu.

Selain itu, Kepala Bagian Bedah FKH IPB, drh. Sabdi Hasan juga menyebutkan beberapa kerjasama rutin yang dilakukan FKH IPB dengan beberapa Rumah Sakit seperti RS Pluit, RSCM dan juga FK UI. Terkait dengan tujuan kedatangan mereka ke Indonesia, drh. Sabda menyatakan bahwa sekarang banyak kasus TBC yang sudah terjadi pada hewan.


Sementara itu, seperti yang kita ketahui penyakit TBC di Indonesia menempati urutan ke III di dunia setelah India dan RRC (WHO,1999). Tiap tahun terdapat 450.000-500.000 kasus baru dengan angka kematian sebesar 175.000 kasus. Hal ini merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia yang perlu diantisipasi secara lebih saksama. (zul)