Dialog RRI: Memilih Benih yang Bermutu

Dialog RRI: Memilih Benih yang Bermutu

Berita

Peran perbenihan sangatlah penting untuk kemajuan pertanian di negeri kita. Benih yang baik diantaranya memiliki daya tumbuh yang tinggi, dapat tumbuh serempak, berkualitas, kuantitasnya memadai  dan juga berkelanjutan ketersediaannya.
 
Demikian dikatakan Dr. Ir. Eny Widajati, MS., Dosen Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian (Faperta) IPB pada acara Dialog RRI bertajuk “Prospek dan Tantangan Pengembangan Teknologi Perbenihan di Indonesia”, Selasa (10/4) di RRI Bogor Jln Pangrango No 34.
 
‘Penggunaan benih bermutu sangatlah penting untuk mendorong program ketahanan pangan dan juga menumbuhkan agro industri di Indonesia. Penggunaan varietas bermutu haruslah konsisten. Ketersediaannya di masyarakat haruslah terjaga,  baik secara kualitas dan juga  kontinuitasnya,” kata Dr Eny dalam dialog yang dipandu presenter RRI, Merry Simangunsong.
 
Lebih lanjut Dr. Eny menjelaskan, bahwa untuk dapat menghasilkan benih bermutu diperlukan pengeringan yang baik. Meskipun matahari tersedia demikian leluasa di negeri kita, tetapi dalam kondisi hujan, pengeringan dengan mesin tetap diperlukan untuk menjaga kualitas, kuantitas dan kontinuitas benih yang bermutu.
 
Saat ini, ketersediaan benih dinilai Dr Eny, sudah berkembang cukup baik. Namun sentra benih masih ada di Pulau Jawa, belum merata tersebar di seluruh Indonesia.
 
“Untuk padi ketersediaannya sudah lebih baik, namun untuk hortikultura masih terbatas. Masih perlu kerja keras bersama dari para peneliti, pemerintah, pengusaha dan masyarakat. Ini merupakan tanggung jawab bersama. IPB sebagai perguruan tinggi secara terus menerus melakukan penelitian dan pendidikan guna mencetak SDM yang mumpuni,” ujar Dr Eny.
 
Menjawab pertanyaan Furqon, pendengar RRI yang tergabung dalam Gapoktan Citapen Ciawi, mengenai bagaimana cara memilih benih unggul dengan baik, Dr Eny menjawab agar pemakai harus dapat menguji sesuai dengan informasi yang ada pada kemasan dan juga memperhatikan waktu kadaluarsanya.
 
Sementara menjelaskan benih yang bermutu, Dr Eny mengurai bahwa benih bermutu memiliki kriteria diantaranya persentase kemurnian benih, persentase daya tumbuh, kebersihan, kemasan, dan fatologis (sehat). “Semua itu harus diperhatikan sebaik mungkin. Dalam penggunaan benih perlu diperhatikan ‘Enam Tepat’, yaitu  Tepat Varitas, Tepat Mutu, Tepat Jumlah, Tepat Waktu Tanam, Tepat Lokasi dan Tepat Harga,” pungkas Dr Eny. (Waladan)