TEP IPB Siap Dampingi Kelompok Tani di Kampung Tambat Merauke Perkuat Hilirisasi Sagu, Bidik Pasar Modern

TEP IPB Siap Dampingi Kelompok Tani di Kampung Tambat Merauke Perkuat Hilirisasi Sagu, Bidik Pasar Modern

tep-ipb-siap-dampingi-kelompok-tani-di-kampung-tambat-merauke-perkuat-hilirisasi-sagu-bidik-pasar-modern
Pengabdian Masyarakat / Student Insight

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University berkomitmen untuk memperkuat potensi pangan lokal melalui pendampingan intensif kepada masyarakat di Kampung Tambat, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke. 

Dalam kegiatan focus group discussion (FGD) yang digelar pada (15/8), tim memaparkan rencana strategis untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Tani Dwitrap dalam mengolah sagu menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Anggota Tim 13 Ekspedisi Patriot IPB University, Muammar N, MSi menjelaskan bahwa kehadiran timnya merupakan bagian dari program pendampingan masyarakat yang difasilitasi oleh Kementerian Transmigrasi. Ia menyebutkan, empat tim yang diterjunkan berfokus utama pada tanaman sagu, mulai dari proses budi daya, pengolahan limbah, hingga penciptaan produk turunan.

“Tujuan kami di sini adalah melakukan pendampingan untuk memastikan pengembangan sagu berjalan dari hulu hingga hilir,” ujar Muammar.

Penguatan Sektor Hilir Sagu
Fokus utama dari pendampingan ini adalah penguatan sektor hilir sagu. Koordinator Lapangan Tim 13 Ekspedisi Patriot IPB University, Muhamad Husni Tamami, SKPm mengungkapkan bahwa target utama tim adalah membantu Kelompok Tani Dwitrap menghasilkan pati sagu yang higienis agar dapat menembus pasar modern.

“Kami menargetkan Kelompok Tani Dwitrap bisa menghasilkan pati sagu yang higienis sehingga bisa dipasarkan ke supermarket, yang selama ini standarnya sangat mengedepankan kebersihan produk,” jelas Kak Husni.

Selain pati higienis, Husni mengatakan timnya akan memperkenalkan tiga produk turunan baru yang dikembangkan bersama masyarakat dan anggota kelompok tani, yaitu beras analog sagu, mi sagu, dan gula cair.

“Untuk mendukung keberlanjutan usaha ini, kami juga akan mendatangkan pakar dari Bogor serta memberikan pendampingan terkait legalitas produk, seperti pengurusan izin edar Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), Nomor Induk Berusaha (NIB), dan sertifikasi halal,” tuturnya.

Lebih lanjut Husni mengatakan, langkah tersebut diambil agar produk olahan masyarakat Kampung Tambat memiliki daya saing yang kuat dan identitas branding yang jelas di pasaran. Ia juga berharap melalui program Transmigrasi Patriot, sagu tetap menjadi identitas dan pilar ketahanan pangan bagi generasi masa depan di Papua, khususnya Merauke.

Sementara itu, Kepala Kampung Tambat Samuel Haremba menyambut hangat program yang akan dilaksanakan oleh TEP IPB University untuk masyarakatnya. Ia menyebut kehadiran para patriot dari IPB University dapat menjadi jembatan bagi aspirasi masyarakat dan membantu menyalurkan program-program pembangunan yang dibutuhkan warga, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan sagu.

“Kami mengharapkan kehadiran TEP IPB University bisa membantu menyalurkan program apa saja yang bisa dirasakan oleh Kampung Tambat. Di samping itu, kami juga berharap tim ini bisa menampung aspirasi serta mendengarkan kendala yang selama ini dirasakan oleh masyarakat, kemudian disampaikan ke pemerintah untuk dicarikan solusinya,” ungkapnya. (*/Rz)