Teken MoU, IPB University dan PT A’en Murtic Zaya Grup Dorong Ekonomi Regeneratif Berbasis Pengelolaan Sampah

Teken MoU, IPB University dan PT A’en Murtic Zaya Grup Dorong Ekonomi Regeneratif Berbasis Pengelolaan Sampah

teken-mou-ipb-university-dan-pt-a-en-murtic-zaya-grup-dorong-ekonomi-regeneratif-berbasis-pengelolaan-sampah.jpg
Berita

IPB University menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT A’en Murtic Zaya Grup untuk mengembangkan ekonomi regeneratif melalui pengelolaan sampah dan sanitasi. Kolaborasi ini diarahkan untuk menghadirkan solusi berkelanjutan yang tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan memulihkan lingkungan.

Wakil Rektor IPB University Bidang Konektivitas Global, Kerjasama, dan Alumni, Prof Iskandar Z Siregar menegaskan bahwa isu waste and sanitation perlu ditangani secara kolaboratif. “Waste and sanitation menjadi isu utama yang perlu kita dorong bersama melalui komunikasi dan kerja sama lintas sektor,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep living laboratory yang dikembangkan IPB University menjadi ruang implementasi inovasi secara langsung. “Living Lab adalah tempat kita tidak lagi bicara teori, tetapi langsung menghasilkan solusi di lapangan,” katanya. Pendekatan ini mengintegrasikan aspek pangan, energi, dan air dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs).

Menurut Prof Iskandar, ekonomi regeneratif menjadi kunci karena tidak berhenti pada pengelolaan limbah, tetapi juga memulihkan ekosistem dan memperkuat sistem produksi. Salah satu contohnya adalah revitalisasi lahan pascatambang yang menjadi kawasan produktif yang mencakup pertanian, perikanan, hingga peternakan.

Direktur Utama PT A’en Murtic Zaya Grup, A’enul Ghury, menyebut MoU ini sebagai langkah strategis membangun sistem ekonomi baru.“Kami memandang kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk mempercepat penerapan ekonomi regeneratif yang berdampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, model ekonomi regeneratif ini telah diterapkan di Desa Batur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Sampah yang sebelumnya dibuang seluruhnya ke TPA kini diolah menjadi kompos, pakan ternak, dan bahan bakar alternatif, sehingga hanya menyisakan residu. “Kami melihat petani di sana memanfaatkan hasil dari kompos yang kami produksi. Itu menjadi kontribusi nyata yang berbeda dibandingkan tempat lain,” ungkapnya.

Selain itu, PT A’en Murtic Zaya Grup juga mengembangkan aplikasi digital hijao.id untuk mendukung sistem pengelolaan sampah terintegrasi. Platform ini menghubungkan masyarakat, pengelola, dan industri dalam proses pemilahan, pengumpulan, hingga pengolahan sampah, sehingga memperkuat ekosistem ekonomi regeneratif berbasis data dan partisipasi publik.

Melalui kolaborasi ini, kedua pihak berkomitmen memperluas penerapan ekonomi regeneratif ke berbagai daerah, sekaligus mempercepat transisi dari ekonomi linear menuju sistem yang lebih berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat. (Fj)